Musda IMM Sultra, Isu Radikalisme Jadi PR Bersama

60
Ketua Umum DPP IMM, Abdul Musawir Yahya saat berpose bersama asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sultra, Muhammad Ilyas Abibu dan forkopinda Sultra diakhir pekan lalu. (FOTO : LM. Suharlin’Rakyat Sultra)

Beritaklick.com, BAUBAU – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sultra menggelar musyawarah Daerah ke XIV.

Gubernur Sultra dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sultra, Muhammad Ilyas Abibu menuturkan kader IMM merupakan kader harapan bangsa yang harus dijaga dan dirawat. Sehingga para kader IMM harus mempersiapkan diri dengan matang untuk menatap masa depan yang cerah.

“Ukir pengalaman untuk menumbuhkan kedewasaan diri karena pemuda-pemudi hari ini akan melanjutkan perjuangan membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

Kata dia, para kader IMM wajib mawas diri tak mudah terpengaruh isu-isu negatif yang dapat memecah belah bangsa.

“Jadikanlah organisasi sebagai wadah pengkaderan membentuk kedewasaan dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa. Setidaknya mampu menjadikan Bumi Anoa ini menjadi daerah yang mapan, maju, sejahtera dan tentunya bermartabat,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Abdul Musawir Yahya menuturkan Isu radikal yang dapat memecah belah bangsa nampaknya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah tak terkecuali seluruh elemen masyarakat. Sadar akan hal tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertransformasi menciptakan kader-kader nasionalis namun mampu memperjuangkan hak-hak rakyat.

“IMM merupakan lembaga yang akan berkontribusi aktif dalam kenajuan bangsa. Bukan hanya sumbangsi pemikiran saja melainkan dengan gagasan nyata dalam menunjang kemandirian bangsa,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam pergerakan IMM saat ini pihaknya meyakini 3 fokus penting yang harus diperjuangkan. Diantaranya, persoalan akademik, gerakan politik dan kemandirian ekonomi. Namun demikian, fokus gerakan tersebut harus didasarkan dengan kajian dan pertimbangsan yang lebih mendalam.

“IMM saat ini menjadi episentrum dimasyarakat. Jadi gerakannya saat ini tidak hanya terfokus pada gerakan untuk IMM itu sendiri melainkan kader IMM juga wajib terjun langsung ditengah-tengah masyarakat merasakan apa yang tengah dihadapi oleh masyarakat itu sendiri,” ujarnya.(klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar