Ibu dan Anak Tewas Disambar Petir saat Berlindung di Kolong Rumah

409
Suasana rumah duka MS warga desa Labokolo Kecamatan Tiworo Tengah.Foto: Muhammad Ery/Rakyat Sultra.

Beritkaklick.com, LAWORO – Warga kabupaten Muna Barat (Mubar) mendadak geger, disaat datang kabar duka merundung keluarga MS. Dua warga yang berstatus ibu dan anak MS, tewas disambar petir saat di wilayah itu Desa Labukolo Kecamatan Tiworo Tengah sedang hujan disertai petir.

MS tak kuasa menahan tangis menyaksikan kenyataan itu. Kamis (6/1) tengah malam menjelang dini hari itu, menjadi malam terakhir dirinya bersama wanita yang menemani hidup berpuluh tahun beserta buah hatinya.
Mau tidak mau, lelaki berumuran 53 tahun tersebut, harus merelakan kepergian kedua belahan jiwanya.

Dalam tragedi yang menelan dua korban sekaligus itu, terjadi saat jarum jam tepat menunjukkan pukul 00.30 WITA. Wanita berinisial UM (40), meninggal tanpa mengalami luka. Sedangkan, sang anak TFI, bocah 12 tahun itu, mengalami luka bakar, akibat sambaran petir.

Awalnya, saat hujan MS memboyong istri dan anaknya turun meninggalkan rumah, mencari tempat aman di bawah Gelagar rumah. Pasalnya, rumahnya pernah rubuh saat hujan disertai angin kencang. Pilihan untuk keluar dari rumah, menjadi solusi.

“Jadi, kami turun dari rumah dan berlindung di bawah kolong rumah,” pengakuan MS, suami korban, saat ditemui sejumlah awak media dikediamannya.

Kendati begitu, nasib naas dialaminya, saat dirinya mengumandangkan azan di tengah badai tersebut. Sementara azan, istri dan anaknya keluar dari terpal tempat mereka berlindung.

Usai mengumandangkan adzan, ia tak mendengar lagi suara anak dan istrinya. Dirinya cuman melihat keduanya terlempar.

“Anak saya TFI terhempas ditumpukan kayu yang ada di bawah rumah, sementara istri saya juga terhempas keluar dari bawa kolong sambil menggendong anaknya yang kecil,” terangnya dengan mata berkaca.

“Anak yang digendong oleh istri saya tidak apa-apa. Saat istriku tersambar petir, dia melindungi anak yang digendong dengan merangkul dan menutupi anaknya menggunakan jilbab yang dikenakannya. Sementara anaknya yang satu TFI tersambar petir dan mengalami luka bakar,” jelasnya.

Melihat istri dan anaknya tak sadarkan diri usai disambar petir, MS langsung menghubungi warga sekitar. Sebab, rumahnya jauh dari pemukiman padat penduduk. Satu jam kemudian warga sekitar datang melihatnya.

Sementara itu, Kapolsek Tiworo Tengah, IPDA Rahmat Basuki membenarkan telah terjadi bencana alam yang menewaskan dua korban yang berada di wilayahnya itu. Saat mendapatkan laporan, pihaknya bersama anggotanya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan saksi.

“Kita mau visum, namun pihak keluarga menolak dan meminta agar kedua korban langsung dimakamkan,” ungkapnya. (m1/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar