Aneh, 139 Perusahaan Diizinkan Kembali Ekspor Batu Bara

74
Para penambang batu bara.

JAKARTA, beritaklick.com – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM mengeklaim telah mengizinkan 139 perusahaan batu bara untuk kembali melakukan ekspor.

Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin mengatakan, izin ekspor tersebut kembali diberikan karena perusahaan-perusahaan tersebut telah memenuhi kewajiban pemenuhan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO).

“Jadi per hari ini terhadap 139 perusahaan batu bara yang telah memenuhi kewajibannya lebih dari 100 persen sudah tidak lagi dilarang untuk melakukan ekspor,” kata Ridwan dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/1).

Lebih rinci, Ridwan menyampaikan, setelah melakukan evaluasi secara terbatas dengan PLN dan menteri terkait pemenuhan kebutuhan batu bara untuk pembangkit yang sempat kritis, diputuskan sebanyak 75 kapal dari perusahaan batu bara yang sudah memenuhi DMO 100 persen atau lebih telah diizinkan berlayar.

Pemerintah juga mengizinkan 12 kapal pengangkut batu bara untuk kembali ekspor meski belum memenuhi DMO 100 persen. Adapun 12 kapal tersebut diizinkan ekspor setelah perusahaan batu bara menandatangani surat pernyataan akan mematuhi aturan DMO dan bersedia dikenakan sanksi jika tidak memenuhinya.

Tak hanya itu, Ridwan menyebutkan, terdapat sembilan kapal yang memuat batu bara dari perusahaan perdagangan atau traders yang telah diizinkan berangkat untuk ekspor. Sebab, aturan pelarangan ekspor tidak berlaku bagi perusahaan traders.

“Saat ini kami sudah mencabut larangan beberapa kapal berdasarkan pertimbangan tersebut,” ucapnya.

Pemerintah melarang ekspor batu bara kepada perusahaan batu bara karena terjadi krisis pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN dan IPP. Pelarangan ekspor tersebut dilakukan mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2022. (rs/bck,)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar