4 Anak Yatim Bersaudara di Bende Terima Bantuan

42
Penyerahan bantuan ke warga kurang mampu.

KENDARI, beritaklick.com- Ketua tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Kendari Hj. Sri Lestari Sulkarnain Kadir, Camat Kadia Alda Kesutan Lapae, dan Lurah Bende Hasman Dani mengunjungi 4 anak yatim bersaudara yang tinggal di sebuah rumah tidak layak huni (RTLH) yang berada di Jalan Patoro, RT. 09, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Rabu (12/1)

Kunjungan ini dalam rangka mengecek langsung kondisi 4 anak tersebut, sembari memberikan bantuan dana, bahan pangan dan menyampaikan hal terkait pembangunan rumah semi permanen buat mereka.

Dan berdasarkan informasi yang dihimpun, ke 4 bersaudara ini merupakan anak dari almarhum Harping yang sudah tinggal di Kota Kendari kurang lebih 30 tahun. Hanya saja saat ayahnya meninggal dunia, akhirnya sang ibu karena mengidap penyakit tumor akhirnya kembali ke Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Dan ke 4 anak ini lahir dan besar di Kota Kendari dan dan untuk bertahan hidup mereka akhirnya berprofesi sebagai pemulung, sedangkan orang tuanya berasal dari Moramo, Kabupaten Konsel dan adapun lokasi tanah tempat rumah tidak layak huni ini adalah milik dari Rudi Saputra.

Dalam wawancara dengan awak media, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari Sri Lestari Sulkarnain Kadir mengatakan bahwa kunjungannya kali ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kendari terhadap Warga Kota Kendari yang sedang mengalami kesusahan dan penderitaan, dan ia berharap agar masyarakat Kota Kendari dapat meningkatkan rasa empati kepada sesama warga Kota Kendari

“Jadi Alhamdulillah, hari ini bisa menjenguk dan melihat langsung salah satu warga Kota Kendari, katanya sih penduduk dari Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Tapi mereka kan, sekarang ada di Kota Kendari, berarti mereka adalah warga Kota Kendari, meskipun tidak berKTP Kota Kendari, tapi dia sekarang bermukim dan bernafas di Kota Kendari dan mencari penghidupan di Kota Kendari. jadi tentu saja, ini adalah masyarakat Kota Kendari,” ujarnya.

Lanjut Istri Wali Kota Kendari ini, bahwa sebagai bagian dari pemerintah dan sesama manusia kita harus saling tolong-menolong, dan ini juga merupakan wujud sisi kemanusiaan kita semua.

“Saya kira tidak hanya saya, tapi saya berharap seluruh masyarakat Kota Kendari dapat meningkatkan empatinya terhadap sesama saudara yang ada disekitarnya,” harapnya.

Sambungnya, bahwa alhamdulillah hari ini, saya bisa berkunjung dan bisa memberi sedikit uang untuk bantu-bantu mendirikan rumahnya, supaya dapat lebih layak dari sisi kesehatan, kemudian juga dari sisi bahan pangan, mudah-mudahan anak-anak ini tetap tercukupi kebutuhannya pangan sehatnya, kemudian terkait hunian bisa segera terbangun.

“Karena ini berbicara tentang kualitas kesehatan, dan kualitas hidup, karena kalau lingkungannya kurang sehat, hidup tempat bernafasnya kurang sehat, ini akan mempengaruhi dan berdampak pada kesehatan karena ini terkait dengan sanitasi. Dan ini bisa kena TBC, Paru-paru basah, penyakit kulit lainnya, dan tadi saya sudah lihat dia sudah kena penyakit kulit yakni gatal-gatal, karena kan lingkungannya tidak bersih,” terangnya.

Lebih lanjut Sri Lestari menyampaikan bahwa mudah-mudahan dengan kunjungan kita kali ini, rumah sehatnya bisa segera berdiri, bisa segera dihuni dan mereka bisa hidup normal sebagaimana masyarakat yang ada disekitar sini.

“Dan Alhamdulillah, mereka semua bersekolah, dan mudah-mudahan dengan bersekolah, dan tadi saya sampaikan bahwa semuanya anaknya bersekolah dan Alhamdulillah sholat semua, mudah-mudahan kita doakan hidupnya dapat lebih baik dari sebelumnya dan masa depannya juga bisa lebih baik dari orangtuanya,”tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Lurah Bende Hasman Dani menambahkan bahwa keempat warganya ini selama sudah banyak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kelurahan Bende.

“Jadi untuk bantuan dari Kelurahan, mereka ini penerima prioritas, dan sejak mereka disini mereka sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” ungkapnya.

Sambungnya lagi, bantuan bedah rumah juga pernah, dan kemudian juga itu termasuk listrik ini bantuan dari pemerintah semua, hanya memang kendalanya adalah lokasi tanah mereka, ini adalah tanah masyarakat yang umumnya mereka pinjam, jadi berapa kali diusulkan untuk rehab rumah terkendala terkait dengan legalitas tanah.

“Tetapi memang kemarin, ada beberapa bantuan yang sempat mereka tolak, yang terakhir itu dari almarhum ibu Agista, yang punya tanah sudah tanda tangan bahwa tidak berkeberatan untuk dibangun rumah yang lebih layak, hanya mereka sendiri yang menolak,”keluhnya.

Lanjut Lurah Bende ini menjelaskan,bahwa untuk sekarang ini, kita hadirkan pemilik tanah pada hari Senin kemarin, bahwa pemilik tanahlah yang memberitahukan mereka, jadi ketika mereka tidak menerima bantuan pemerintah, maka yang pemilik tanah mempersilahkan mereka meninggalkan tempat ini, atas dasar itu, akhirnya mereka mau untuk dibangunkan rumah layak huni.

“Dan selanjutnya, kami segera mengambil langkah-langkah cepat bersama Ketua RT setempat, dan warga sekitar, bahwa kita akan melakukan pembangunan secara swadaya, supaya kita bisa membangunkan rumah yang lebih layak untuk mereka tinggali,”terangnya.

Lebih lanjut, mantan Lurah Punggaloba ini menyampaikan bahwa sebagai informasi juga, bahwa mereka disini kan, hanya mencari nafkah dengan memulung, jadi untuk informasi mereka sebenarnya punya tempat tinggal yang lebih layak yang berada di Moramo, hanya alasan mereka tidak kembali kesana, mereka sudah terlanjur nyaman untuk tinggal di Kota Kendari.

“Karena kemarin kita tanya, kenapa mereka tidak kembali ke Moramo, mereka jawabnya kita mau kerja apa dan makan apa disana, jadi mereka menetap dalam Kota, hanya untuk itu sebenarnya, dan saat ini yang menjadi tanggung jawab kita adalah segera membangunkan rumah tinggal yang lebih layak,” jelasnya lagi.

Kemudian kata Hasman Dani, bahwa Alhamdulillah, setelah kami telusuri, ternyata yang pemilik lahan adalah teman saya, sahabat saya, jadi sama sekali saat ini tidak ada kendala soal tanah tersebut.

“Hanya pesannya bahwa yang dibangunkan, janganlah yang permanenlah, dan kita sepakati, kita akan membangun rumah yang semi permanen, yang jelasnya rumah yang lebih sehat, rumah yang lebih layak untuk mereka tinggali,”imbuhnya.

Kemudian Lurah Bende menambahkan lagi , bahwa mereka ini sudah di Kota Kendari sudah kurang lebih 30 tahun, jadi mereka anak-anaknya ini yang 4 orang ini, mereka semua lahir disini.

“Jadi rencananya hari Jum’at ini melakukan pembersihan dulu, dan semua yang ada disini, yang sudah tidak bisa dipakai kita akan kasih keluar, kita bersihkan dulu, baru kita mulai pembangunan,”tutupnya.(FNN/bkc)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar