2021, Penerimaan Bea dan Cukai Kendari Anjlok

142
Jufrianto

KENDARI, beritaklick.com – Penerimaan bea dan cukai sepanjang tahun 2021 mengalami penurunan drastis alias anjlok dibandingkan dengan penerimaan tahun 2020. Dimana penerimaan bea dan cukai tahun 2020 sebesar Rp 410,56 miliar, sedangkan tahun 2021 hanya sebesar Rp 223,72 miliar.

Pelaksana harian (Plh) kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kota Kendari, Affinutha Vena Intanna mengaku jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan di tahun 2020, penerimaan Bea Cukai menurun drastis dari total penerimaan selama 2020 sebesar Rp410,56 miliar. Dengan rincian realisasi penerimaan Bea masuk mencapai Rp410,04 miliar, Bea keluar sebesar Rp270 juta dan Cukai sebesar Rp 249,82 juta.

“Jadi, total persentase total capaian penerimaan sampai dengan bulan Desember 2020 tercapai 101,97 persen. Mayoritas pemasukan dari Bea masuk diperoleh dari masuknya bahan konstruksi dan industri ke pabrik smelter dan baja di Kecamatan Morosi, Kabupate Konawe,” ujarnya.

Sedangkan realisasi penerimaan di tahun 2021 sejak Januari hingga Desember mencapai Rp223,72 miliar.

“Angka penerimaan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan target penerimaan yang ditentukan di 2021 yaitu Rp194,36 miliar. Meningkat hingga 115,11 persen dari target tersebut,” ungkap Affinutha saat ditemui di Kendari, Kamis (20/1).

Dijelaskan, untuk realisasi penerimaan Bea masuk di tahun 2021 mencapai Rp223,61 miliar, dan penerimaan Bea keluar mencapai Rp34,66 juta. Sedangkan penerimaan untuk cukai sebesar Rp74,37 juta, sehingga total penerimaan selama 2021 dari kantor Bea Cukai Kendari mencapai Rp223,72 miliar.

Dia menuturkan, Sementara itu, kata Affinutha, ekspor perdana pada 2021 di Sultra terdiri dari tujuh eksportir dan komoditas sebagai berikut, Layar Benua Mitra ekspor, komoditasnya Nutmeg With Shell dengan volume 26.040 kilogram. Kedua, Florindo Selaras Karya, komoditas ekspor Dried Raw Cashew Nuts in Shell sebanyak 48 ton. Ketiga, Sinar Sawit Indo, komoditas Palm Acid Oil volume 309.375 kilogram dan komoditi keempat yaitu dari Cahaya Kencana Alam, komoditas Southsea Pearl, volume 17,5 kilogram.

“Kemudian dari CV Nuravia Marine Fish, komoditas Life Tropical Fish, volume 2.236 pce. Keenam yaitu dari CV Alfizh, komoditas Fish Net, volume 4.800 kilogram. Serta dari CV Best Farmer Indonesia, komoditas Raw Cashem Nut, volume 18 ton,” ucapnya.

Dia menambahkan, khusus tahun 2022 ini, pihaknya belum mendapatkan target penerimaan Bea Cukai namun secara nasional penerimaan ditergetkan dengan bea masuk Rp 25,16 triliun. Selain memenuhi target pada masa pandemi Covid-19 ini, Bea Cukai ditugaskan untuk ikut mendukung program pemulihan ekonomi nasional berdasarkan tugas dan fungsinya, yaitu menangani impor-ekspor.

“Di tahun 2022 ini kami yakin makin banyak eksportir baru sehingga optimis bisa lebih meningkatkan lagi realisasi penerimaan. Kemarin kita mendapatkan calon eksportir dan dia berkonsultasi untuk mengekspor nilam. Kami melihat generasi muda mulai bermunculan untuk melakukan ekspor,” tutupnya. (rs/bck,)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar