Kota Kendari Gagal Pertahankan Predikat Kota Sehat

73

KENDARI – Dua kali memperoleh predikat sebagai kota sehat kategori tertinggi Swastisaba Wistara, Kota Kendari gagal mempertahankan predikat itu tahun ini.

Kepastian itu diketahui setelah surat Kementerian Dalam Negeri No:440/5186/Bangda perihal penganugerahan kabupaten kota sehat swastisaba tahun 2021 yang ditandatangani Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Kemendagri dokter Sugeng Hariyono tertanggal 15 November 2021 yang ditujukan kepada gubernur, walikota dan bupati seluruh Indonesia.

Bahwa, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir beserta jajarannya tidak mampu mempertahankan penghargaan kota sehat Swastisaba Wistara, padahal predikat kota sehat ini dua kali diraih. Tepatnya tahun 2017 dan 2019.

Sebagai catatan, Kota Kendari selalu mendapat predikat Kota Sehat sejak tahun 2013 kategori padapa atau predikat terendah, lalu pada 2015 mengejar Wistara tetapi yang diperoleh hanya predikat Wiwerda. Dan pada 2017 dan 2019 Kota Kendari berturut-turut meraih predikat Wistara. Namun pada 2021 Kota Kendari gagal mendapat predikat dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan itu.

Dalam surat itu, tidak tercantum nama Kota Kendari sebagai penerima predikat. Hanya ada Kota Baubau yang berhasil mendapat predikat itu tahun ini. Baubau juga satu-satunya di Sultra yang memperoleh predikat kota/kabupaten sehat tahun 2021.

Saat dikonfirmasi Rabu, (17/11/2021) malam, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kendari drg. Rahminingrum P, M.Kes mengatakan, pihaknya tidak mengetahui apa kekurangan Kota Kendari hingga tak bisa meraih predikat.

“Kami sendiri tidak tahu apa kekurangan kami karena kami juga mengusulkan dokumen untuk verifikasi dan menurut penilaian Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dokumen kami dalam hal ini Kota Kendari lebih bagus dibandingkan dokumen Kota Baubau,” ucapnya.

Rahminingrum bilang, tahun ini hanya ada 30 kabupaten/kota yang diverifikasi lapangan oleh tim penilai dari kementerian.

“Ada 30 kabupaten/kota yang diverifikasi lapangan. Sebelum penilaian ada asesmen, kalau memang penilaian itu adil. Tetapi sampai saat ini kami tidak tahu apa penyebab sebetulnya. Harusnya Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang mempertanyakan hal ini ke pusat,” pungkasnya.

Sementara itu saat di konfirmasi terpisah, Sekda Kota Kendari Nahwa Umar tidak tahu menahu apa penyebab kota Kendari sehingga gagal mempertahankan Kotas Sehata Swastisaba Wistara 2021,

“Jangan lewat saya, langsung ke Kadis (Dinkes, red). Saya juga tidak tau,” ucapnya. (p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar