Kota Baubau Raih Swasti Saba Wistara 2021

85

Beritaklick.com, BAUBAU – Kota Baubau kini sudah berada pada level kategori tertinggi yakni Swasti Saba Wistara penganugerahan penghargaan kabupaten/kota sehat dari Kementerian Kesehatan melalui zoom meeting, pada Rabu (17/11/2021). Sementara itu Kota Kendari yang sebelumnya berturut-turut meraih Swasti Wistara Saba, tahun ini tidak berhasil mempertahankannya.

Kerja keras serta kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Baubau sebagai Kota Sehat, akhirnya berhasil diraih sebagai predikat tertinggi Swasti Saba Tingkat Nasional tahun 2021.

Kota Baubau menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang menerima penghargaan tahun ini.

Penghargaan ini diperoleh setelah memenuhi persyaratan yakni persentase cakupan Stop Buang Air Besar Sembarangan minimal 60 %, tahapan penting lainnya berhasil lolos verifikasi dokumen dan lapangan oleh Tim Pembina Kabupaten Kota Sehat Pusat.

Penghargaan Swasti Saba Wistara ini merupakan anugerah tertinggi untuk Kabupaten/Kota Sehat menurut Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali dengan tiga kategori tingkatan, dari yang terendah yaitu Padapa, Wiwerda, hingga yang tertinggi, Wistara.

Penghargaan ini juga merupakan apresiasi kepada kabupaten/kota yang berhasil membebaskan Desa/Kelurahan dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau telah dinyatakan ODF (Open Defecation Free).

Ketua Tim Akselerasi Baubau sehat , Dahrul Dahlan, menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi dan perjuangan masyarakat kota Baubau dalam meningkatkan predikat kota sehat. Pasalnya dalam dua kali ajang Swasti Saba, Kota Baubau baru meraih predikat Padapa dan Wiwerda. Baru tahun 2021inilah Kota Baubau mendapat penghargaan Wistara.

” Alhamdulillah tahun ini ada progress pencapaian kesehatan di Kota Baubau. Kota Baubau Mewakili Sulawesi Tenggara di level nasional, setelah beberapa tahun terakhir ini dari Padapa, Wiwerda dan akhirnya swasti Saba wistara,” ujar Dahrul

Dikatakannya prestasi ini adalah merupakan buah kerja bersama dan kolaborasi semua elemen masyarakat, Komunitas, termasuk Forum Kota Sehat dan PKK Kota Baubau

” Ini kita kerja kolaborasi, ada tiga prinsip dasar yang kami bangun di Kota Baubau sehingga mampu meraih predikat kota sehat, yakni kolaborasi, inovasi dan berkelanjutan. sehingga tahun ini Baubau bisa kembali tampil di tingkat nasional,” kata Dahrul

Adapun Kota Baubau meraih penghargaan Swastisaba Wistara karena dinilai berhasil melaksanakan lima tatanan/kawasan sehat yaitu, kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan pariwisata sehat, kehidupan masyarakat yang mandiri, ketahanan pangan dan gizi, , serta kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi.

Dahrul menambahkan, Kunci keberhasilan kota baubau adalah inovasi, kota Baubau sukses membangun Kampung tematik di setiap kelurahan. Dari 43 Kelurahan yang ada di kota bau-bau nantinya di tahun 2022 setiap kelurahan memiliki minimal satu kampung tematik.

Pemkot Baubau juga melibatkan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan telah berkolaborasi dengan komunitas-komunitas yang ada di kota baubau, seperti kota layak anak, kota peduli HAM dan kota Pemuda

Untuk kelembagaan masyarakat, terdapat di dalamnya Forum Kota Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan, dan Pokja-Pokja Kelurahan yang berfungsi memotivasi dan mengadvokasi masyarakat untuk menyelenggarakan Kota Sehat dari tingkat bawah hingga atas.

“Kita membangun Kampung tematik ini salah satu strategi kami, selain Kampung tematik, Kita sudah bergabung dengan 70 komunitas, yang ini nanti kita harapkan juga CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di kota bau-bau. Contohnya Kampung tematik Pelni. Selain itu adanya Komitmen masyarakat Baubau yang kuat dan berkelanjutan, karena tanpa komitmen tersebut kita tidak akan mampu mempertahankan apa yang kita dapat hari ini,” ungkapnya

Bukan kali pertama Kota pemilik benteng terluas di dunia ini memperoleh Predikat Kabupaten Kota Sehat (KKS). Sebelumnya ditahun 2017 mendapat penghargaan Kota Sehat klasifikasi Padapa (Pemantapan) dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) RI, selanjutnya di tahun 2019 predikat kota sehat kategori Wiwerda (Pembinaan), dan tahun 2021 menanti Swasti Saba Wistara (Pengembangan).

Adapun lima tatanan Kota Baubau sehat 2021 dalama upaya memperoleh predikat Wistara masing -masing:

Kawasan Permukiman, Sarana Dan Prasarana Umum Berada di Kecamatan Batupoaro di RT 18/RW 005 Inovasi ‘Kawasan Tanpa Asap Rokok’. Selanjutnya di Kecamatan Wolio RT 01/RW 006 Inovasi “Kampung Pelni’.

Pariwisata Sehat di Kecamatan Murhum lingkungan Baluwu Jaraijo Inovasi ‘Kampung Budaya dan Wisata’.

Kehidupan Masyarakat sehat dan mandiri terletak di Kecamatan Murhum Inovasi ‘Kampung KB’, di Kecamatan Wolio RT 002 Kelurahan Batulo terdapat ‘Kampung Ramah Anak’ begitupun di Batupoaro RT 001 Kelurahan Kaobula juga terdapat ‘Kampung Ramah Anak’.

Ketahanan Pangan dan Gizi terdapat di Kecamatan Bungi Kelurahan Ngkaring-ngkaring berupa ‘Kampung Pangan’.

Transportasi Sehat di Kecamatan Kokalukuna mengandalkan Terminal Warumusio dengan tema ‘Kawalingka Warumusio’.

Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menuturkan, berbagai inovasi, kemandirian, dan kerja aktif yang dilakukan setiap daerah berbuah hasil. Sehingga, sejumlah Kota/Kabupaten meraih penghargaan swasti saba.
“Selamat kepada Kota/Kabupaten yang mendapatkan penghargaan. Ini hasil kerja keras Bapak dan Ibu beserta semua unsur yang ada di dalamnya,” bebernya.
Menurutnya, para kepala daerah telah melakukan kerja nyata terutama dalam mewujudkan Indonesia sehat.
“Pemenang hari ini, harus memberikan spirit yang lebih untuk memajukan Indonesia lebih sehat,” pungkasnya.(p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar