DPMD Sultra Dorong Program P3PD

88

Kabid Pemerintahan Desa DPMD Provinsi Sultra Syaifullah MSi

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sultra terus mendorong percepatan pembangunan desa dan kelurahan di seluruh wilayah Bumi Anoa. Pasalnya kemajuan desa/kelurahan menjadi titik balik keberhasilan pemerintah daerah dalam pemerataan pembanguna disemua jajaran tak terkecuali pada tataran paling bawah yakni desa/kelurahan.

Percepatan pembangunan desa/kelurahan, telah diatur rinci dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) nomor 81 tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Kabid Pemerintahan Desa DPMD Provinsi Sultra Syaifullah MSi menjelaskan dalam permendagri dimaksud ada tiga indikator yang penting yakni evaluasi bidang pemerintahan, bidang kewilayahan dan evaluasi bidang kemasyarakatan.

Dimana indikator evaluasi bidang pemerintahan menyangkut pemerintahan, kinerja, inisiatif dan kreativitas dalam pemberdayaan masyarakat, desa/kelurahan berbasis teknologi informasi dan pelestarian adat dan budaya.

Sementara, indikator evaluasi bidang kewilayahan menyangkut identitas, batas, inovasi, tanggap dan siaga bencana, dan pengaturan investasi. Sedangkan
evaluasi bidang kemasyarakatan menyangkut partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, keamanan dan ketertiban, Pendidikan, Kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Tentunya, untuk memenuhi indikator tersebut faktanya tidak mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras menyiapkan sistem dan sarana prasarana untuk melakukan pembangunan desa,” kata Syaifullah.

Olehnya itu pihaknya mendorong adanya Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Sehingga apa yang menjadi amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, menganut dua pendekatan dalam pembangunan desa yaitu : “membangun desa dan desa membangun”. Pendekatan “membangun desa” merupakan perspektif yang menempatkan kawasan perdesaan sebagai sasaran dan lokus inti pembangunan, dan pendekatan “desa membangun” merupakan perspektif yang memposisikan dan memperankan pemerintah desa dan kelembagaannya sebagai subjek dan objek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Sehingga desa dan kelurahan agar cepat berkembang dan berkembang, artinya semakin kecil perbedaan kemajuannya antara kota dengan desa, atau ketimpangannya rendah, maka diharapkan tidak terjadi urbanisasi, atau bahkan justru kembalinya potensi SDM desa dari kota ke desa,” terang mantan Plt Kadis Kominfo Sultra ini. (hdi/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar