PT VDNI: Kalau Sudah Tidak Nyaman Kerja, Berhenti Saja

316
Buru di Lokasi PT VDNI

Beritaklick.com, KENDARI —. Salah satu manager di PT VDNI dan PT OSS mengeluarkan pernyataan menanggapi keluhan Tenaga Kerja Lokal (TKL) terkait sistem pengupahan di perusahaan itu yang tidak transparan. Oknum manager tersebut mempersilahkan para TKL untuk memundurkan diri dari pekerjaannya.

“Kalau sudah tidak nyaman kerja mending berhenti saja broo,” ucapnya.

Oknum Manager itu menjelaskan, sebelumnya telah ada kesepakatan nilai gaji antara pihak perusahaan dengan tenaga kerja lokal. “Sebenarnya sebelum masuk kerja kan ada disepakati besar gaji. Saat ini perusahaan lagi membuat sistem digital,” ujarnya kepada Rakyatsultra.com melalui pesan singkat Whatsapp, Jumat (1/10/2021).

Selanjutnya oknum tersebut meminta nama-nama TKL yang ingin melakukan aksi demo terkait itu. “Sinimi minta nama karyawan yang mau demo itu. Kalian semua itu nda pernah bersyukur,” ketusnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, salah seorang TKL yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kesejahteraan tenaga kerja lokal saat ini di PT VDNI dan PT OSS sangat memprihatinkan.

Kata dia, ketika TKL mempertanyakan slip gaji kepada pihak HRD PT VDNI dan PT OSS, pihak management perusahaan hanya menjanjikan bahwa nantinya slip gajinya diberikan dalam bentuk aplikasi.

”Padahal kami sebagai Tenaga Kerja Lokal ingin mengetahui sumber gaji dari mana, kenapa ada gaji yang turun drastis dan melonjak tinggi. Padahal jam kerja yang sama, malahan ada yang banyak off nya tapi gajinya melonjak naik, sementara ada pekerja yang tidak pernah mengambil Off, malah gajinya turun drastis. Management tidak adil ,” ungkapnya.

Dikatakannya hal ini terjadi karena adanya permainan kotor di tingkat management HRD di PT VDNI dan PT OSS.

”Kalau chinanya pasti tahunya bagus, tapi Management HRD yang bermain melakukan pemotongan-pemotongan gaji yang tidak jelas pada Tenaga Kerja Lokal. Terkadang pekerja meminta slip gaji , kadangkala pihak manajemen tidak memberi,” katanya.

Diapun menambahkan, Keluhan yang sama juga dialami Tenaga Kerja Lokal di PT OSS, ” Pemotongan gaji di PT OSS lebih parah dan tidak jelas. Malahan beberapa teman sudah resign dari perusahaan itu karena gajinya mereka yang tidak masuk akal,” tandasnya. (p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar