Munas RAI, Puluhan Relawan Dilatih Top Rescue

118
Founder RAI, Abdul Rauf, Muhammad Ridwan, H Abdul Haliq, Kepala Basarnas Sulsel Dr Djunaedi S.Sos. MM, yang di dampingi Kabag OPS Basarnas Sulsel Rizal dan para relawan.

Beritaklick.com, MALINO – Musyawarah Nasional (Munas) pertama Relawan Akhirat Indonesia (RAI) berlangsung di Jalan Pendidikan, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak Jumat 1 Oktober hingga Minggu 3 Oktober 2021.

Selain musyawarah membahas arah kebijakan RAI dalam memuliakan anak yatim, tahfiz, dan kaum duafa, sejumlah materi diberikan kepada para relawan. di antaranya adalah penguatan salah satu program RAI yakni Rescue oleh Kepala Basarnas Sulsel.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum RAI Foundation H Abdul Haliq terlebih dahulu memperkenalkan RAI kepada Kepala Basarnas Sulsel. Dikesempatan itu juga ia menyampaikan terimakasih kepada Kepala Basarnas yang telah meluangkan waktu untuk memberikan materi SAR kepada seluruh anggota RAI yang hadir pada Munas di Malino.

“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Kepala Basarnas Sulsel, karena telah meluangkan waktu untuk memberikan materi SAR kepada seluruh anggota RAI. Kami juga ucapakan terimakasih karena nantinya ada 40 anggota RAI yang bakal dilatih langsung oleh Basarnas Sulsel,” jelasnya.

Relawan Akhirat Indonesia hadir sebagai mitra dalam mensejahterakan anak yatim, penghafal Al-Qur’an dan kaum Dhuafa dengan menawarkan manfaat kehidupan yang lebih baik dengan berbagai. Bahkan relawan akhirat juga saat ini tengah membangun masjid dan rumah Tahfiz di Kota Kendari dan Kabupaten Barru.

Direktur Utama Harian Rakyat Sultra ini menuturkan, ada lima prinsip standar operasional Relawan Akhirat Indonesia Foundation, diantaranya konsisten, komitmen, perbaikan berkelanjutan, mengikat, dan terdokumentasi.

“Relawan Akhirat Indonesia saat ini hadir di 14 kota. Pertama, RAI Kendari, Makassar, Barru, Kertanegara, Sintang, Palembang, Bone, kemudian, Ambon, Pangkep, Bogor, Poso, Gowa, Palu, Manado, dan Jerman,” ungkap Abdul Haliq dihadapan Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi.

Dirinya menambahkan, ada 4 program utama RAI, yang pertama aksi sedekah beras adalah kegiatan pengumpulan donasi yang digunakan untuk membeli beras terbaik, dan selanjutnya didistribusikan setiap bulannya ke Panti Asuhan, Pondok Tahfiz, dan kaum dhuafa.

Kedua, aksi peduli adalah kegiatan pengumpulan donasi yang digunakan untuk aksi peduli dhuafa, santri, peduli sehat dan lainnya. Ketiga aksi bangun masjid dengan membantu menghidupkan masjid, mulai dari membangun fisik awal hingga finis. Dan terakhir membantu mendistribusikan makanan dan minuman, menyiapkan tim medis dan obatan di lokasi bencana.

“Inti kami adalah aksi sedekah beras dan di 14 kota ini hampir menyantuni bahkan langsung mendistribusikan beras untuk 40 ribu anak yatim dan penghafal Al-Qur’an yang ada di Indonesia. Untuk di Kota Kendari kami kurang lebih 23 pondok dengan total 1.800 santri dan tiap bulannya kami mendistribusikan beras di setiap tempat-tempat tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi mengatakan, relawan akhirat ini tugas pokoknya adalah memberikan saluran bantuan kepada anak yatim, bahkan terjun langsung dialokasi bencana alam.

“Kemudian relawan akhirat ini ada tim Resciunya. Kalau tim resciu ini harus punya keahlian tersendiri, harus punya jiwa dan semangat tersendiri untuk bagaimana mempelajari ilmu-ilmu SAR. Dengan itulah kami dari Basarnas ini mensosialisasikan supaya teman dari relawan akhirat ini bisa mampu mempelajari dan mengaplikasikan ilmu-ilmu SAR di lapangan,” bebernya.

Mantan Kepala Basarnas Sultra ini menambahkan, belajar mengenai SAR harus di aplikasikan langsung di lapangan sehingga apabila ada seseorang yang membutuhkan bantuan baik itu kecelakaan penerbangan, pelayaran, bahkan kondisi membahayakan manusia mereka sudah bisa laksanakan melakukan pertolongan.

“Karena itu sifat dan niat bagusnya relawan akhirat ini kami memberikan sedikit wejangan nantinya. Dan berikutnya akan kami latih menjadi potensi SAR dan masukan di dalam kegiatan. Nanti kami latih sebanyak 40 orang, ada empat program. Jadi empat kali pelaksanaan latihan dan saya akan masukan untuk teman-teman relawan akhirat ini dalam satu angkatan 10 orang,” ucapnya.

“Sehingga rencana kita akan mulai pada Februari hingga Juni 2022 itu semua saya bentuk untuk 40 orang teman relawan akhirat nanti untuk menjadi tim SAR seutuhnya. Dan Persyaratannya harus sehat kemudian jangan terlalu tua dan tentunya punya semangat,” pungkasnya. (cr2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar