Mengkhawatirkan, Kasus Stunting di Busel Capai 30 Persen

54
Ketgam : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Laode Budiman. (Foto : LM. Suharlin/Rakyat Sultra)

Beritaklick.com, BATAUGA- Kasus Stunting (kekerdilan) yang terjadi di Kabupaten Buton Selatan nampaknya cukup mengkhawatirkan. Betapa tidak, kasus yang menyerang pertumbuhan pada anak itu telah menyentuh angka persentase hingga mencapai 30 persen ditahun 2021.

Namun demikian, hal itu justru berbanding terbalik dari 2 tahun silam yakni 2019, dimana angka Stunting pada generasi penerus Buton Selatan menyentuh angka 40 persen lebih. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang cukup menyita dan menguras energi Pemkab Beradat itu yang menargetkan angka Stunting turun hingga 14 persen ditahun 2024 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Laode Budiman menuturkan saat ini pihaknya tengah gencar meramu sebuah strategi guna menurunkan jumlah anak balita yang mengalami masalah kekerdilan. Apalagi kondisi tersebut disadari karena masalah kekurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama serta terjadinya infeksi berulang.

“Saat ini angka Stunting kita sudah cukup menurun. Dimana dari data yang diperoleh dari aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) di Kabupaten Busel tercatat 30 persen yang setara dengan 20 ribu kasus Stunting yang tengah menghantui generasi muda kita,” tuturnya

Kata dia, dalam kasus Stunting tersebut ditandai dengan pertumbuhan anak yang lambat yang menyebabkan anak tersebut tumbuh pendek (kerdil,red). Dimana akan beresiko dengan kesulitan belajar, kemampuan kognitifnya lemah, mudah lelah, dan tidak lincah dibandingkan anak-anak lain seusianya.

“Biasanya kekerdilan juga dapat berisiko terserang penyakit infeksi di kemudian hari. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh pada anak sangat lemah. Jadi yang harus diperhatikan adalah mengenai pola makan dan pola asuh pada balita itu. Karena Stunting ini sebenarnya berawal dari prilaku kita yang menganggap segala sesuatu itu dengan biasa-biasa saja,” tambahnya

Dikatakan, pihaknya saat ini tengah gencar melakukan pemberian makanan tambahan pada balita kurus, Ibu hamil yang kekurangan energi kronik, pemberian tambahan darah pada remaja putri, serta pemberian asupan gizi bagi ibu menyusui.

“Fase kontrol pada balita sesungguhnya pada seribu hari masa kehidupan. Dimana, dari sinilah kita akan memberikan pemantauan secara intens atas asupan gizinya sehingga tidak mengalami kekurangan gizi kronis ataupun menjadi busung lapar,” terangnya

Dia menambahkan, dalam memutus mata rantai kasus Stunting di Bumi Beradat, pihaknya menyakini diperlukan intervensi seluruh stakeholder yang ada di Buton Selatan. Dimana, masing-masing SKPD dapat berperan penting dalam melakukan pencegahan sesuai dengan tupoksinya.

“Persoalan Stunting adalah persoalan kita bersama bukan hanya di Dinas Kesehatan semata. Jadi mari kita bersama bergandengan tangan, membulatkan tekat agar Kabupaten Buton Selatan dapat mengatasi persoalan ini demi generasi Buton Selatan yang berdaya saing, seperti yang selalu dikumandangkan Bupati Buton Selatan, Laode Arusani” tutupnya (m2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar