Warga Konsel Berbatas Daerah Lain Wajib Miliki Adminduk Konsel

25
Penyelenggaraan, Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam rangka penerapan Dukcapil Go-Digital di Kelurahan Ranomeeto
Penyelenggaraan, Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam rangka penerapan Dukcapil Go-Digital di Kelurahan Ranomeeto. 

Beritaklick.com | ANDOOLO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus melakukan upaya penyelenggaraan dokumen kependudukan (Adminduk).

Kali ini Dukcapil Konsel menyasar daerah perbatasan Kabupaten Konsel. Misalkan wilayah Kecamatan Ranomeeto dan Kecamatan Konda. Hal itu mengingat perkembangan perumahan pemukiman warga yang meningkat pesat di dua kecamatan itu yang berbatasan dengan Kota Kendari.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pemetaan dan Inovasi Dukcapil Konsel, Isra Jalil saat melakukan penerapan Dukcapil Go-digital bersama Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Muh Ihsan di Kelurahan Ranomeeto dan Desa Konda I.

“Wilayah perbatasan Konsel kita imbau kesadaran masyarakat yang telah berdomisili di Konsel untuk memiliki dokumen Adminduk. Kita fokus di Kecamatan Ranomeeto dan Konda sebab dua kecamatan ini peningkatan perumahan seperti BTN terus meningkat. Sehingga warga penting untuk memiliki dokumen Adminduk Konsel karena telah masuk wilayah Konsel,” ujar Isra.

Selain melakukan kepada masyarakat, menurut Isra Jalil, dilakukan pendekatan kepada pemerintah setempat. Misalkan kepala desa atau lurah.

“Selain kita sampaikan ke masyarakat, kita sampaikan pula ke aparatur pemerintah setempat seperti lurah dan kepala desa untuk menyampaikan kepada warga. Banyaknya perpindahan warga sekiranya wajib untuk mengurus dokumen Adminduk di wilayah domisili para warga,” tutur Isra.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Muh Ihsan menuturkan pengurusan Adminduk sangatlah mudah saat ini. Dukcapil Konsel, kata dia, terus memudahkan pelayanan kepada masyarakat contohnya dengan melakukan upaya pelayanan Go-digital.

Sebab, lanjut Ihsan, jika warga hanya memiliki surat keterangan domisili maka keterangan itu hanya berlaku paling lama enam bulan saja.

“Untuk memiliki Adminduk bagi warga yang pindah dan menetap di Konsel, cukup mengambil Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) di Kantor Dukcapil alamat sebelumnya. Selanjutnya disampaikan kepada Dukcapil Konsel sebagai alamat tujuan untuk pindah sehingga rekam datanya dapat ditarik. Misalkan pindah dari Kendari ke Konsel cukup membawa SKPWNI dari Dukcapil Kendari ke Konsel lalu rekam datanya akan kami tarik ke Konsel dan adminduknya akan dicetak seperti KTP maupun Kartu Keluarga,” jelas Ihsan.

Begitupun tambah Ihsan, lanjutnya, jika jarak warga yang akan pindah dari daerah asalnya sangat jauh, misalkan diluar provinsi Sultra dan menyulitkan untuk kembali ke daerah asal mengurus SKPWNI, maka cukup foto SKPWNI itu dalam bentuk file atau dokumen foto.

“Kalau daerah asalnya sangat jauh, bisa dokumen SKPWNI dalam bentuk file atau foto dari daerah asal lalu disampaikan ke Dukcapil Konsel. Hal itu untuk meringankan dan memudahkan warga yang hendak pindah. Intinya Dukcapil Konsel dalam memberikan pelayanan dekat bersama masyarakat serta memudahkan masyarakat di era digitalisasi,” tandas Ihsan. (ram/WAN)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar