Seorang Bocah Tewas Usai Tertimpa Pintu Gudang di Konawe

Dua Anak Mengalami Luka

107
Salah satu dari empat korban yang terluka akibat tertimpa pagar gudang Disperindag di Kecamatan Wonggeduku Barat

BERITAKLICK.COM | UNAAHA – Seorang bocah di laporkan meninggal dunia setelah tertimpa pintu gudang Disperindag yang terletak di Desa Baruga Kecamatan Wonggeduku Barat Kabupaten Konawe pada Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 16.30 WITA.

Berdasarkan kronologis kejadian, awalnya beberapa orang anak bermain bola kaki di dalam gudang disperindag. Kemudian empat orang anak yakni Salma (10), Afan (8), Abil (8) dan Awal (10) sedang bermain di pintu gudang tersebut.

Kemudian, sebagian anak menaiki pintu gudang sedangkan salah satu anak mendorong dan menarik pintu gudang seperti kereta dorong. Tidak lama, pintu gudang tersebut terlepas dari gantungannya dan terbanting hingga menimpa tiga orang anak.

Setelah itu, salah satu anak yang ada tempat tersebut yang bernama Afdal, keluar dari gudang untuk meminta bantuan kepada beberapa anak muda untuk mengangkat pintu gudang tersebut yang masih menindis Awal.

“Namun naas, nyawa Awal warga Desa Baruga, Kecamatan Wonggeduku Barat, Konawe tak bisa tertolong ia dinyatakan meninggal dunia. Diduga pintu menimpanya sehingga dirinya mengalami retak pada bagian kepala,” ujar Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK dalam press releasenya.

Masih kata Wasis, Selain Awal yang dinyatakan meninggal, ada dua anak lainnya mengalami luka. Keduanya yakni, Afan mengalami luka dan terkilir pada bagian pinggul sebelah kanan dan saat ini berada dirumah orang tua di Desa Baruga Kecamatan Wonggeduku Barat. Sedangkan korban Abil mengalami patah tulang pada kaki kiri dan saat ini sedang dirawat di RSUD Konawe.

Dengan kejadian tersebut, anggota kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan selanjutnya melakukan olah TKP. Kemudian mengecek kondisi korban, termasuk membawanya ke rumah sakit.

“Kami juga meminta VER dan memanggil penanggungjawab gudang SRG untuk dimintai keterangan,” katanya.

Mantan Kapolres Buton Utara ini menambahkan, memang gudang tersebut kosong dan pintu gudang tidak di kunci sehingga anak – anak yang tinggal disekitar gudang tersebut di manfaatkan untuk tempat bermain bola setiap sorenya.

Sehingga dengan kehadiran ini, dirinya mengimbau kepada para orang tua agar terus mengawasi anak-anaknya ketika sedang bermain supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. (cr2/WAN)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar