Melalui DD dan BUMDesa Bangkit Mandiri, Pemdes Lalimbue Maksimalkan Potensi Pasar Desa

37
Pasar desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe.
Pasar desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe yang dibangun oleh Pemdes Lalimbue dari anggaran Dana Desa.

 

Beritaklick.com | UNAAHA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) adalah kendaraan strategis untuk memajukan ekonomi desa. Salah satu unit usaha yang terus dibangun dan dikembangkan oleh BUMDesa Bangkit Mandiri sejak tahun 2018 adalah Pasar Desa.

Sejak 2018, tanah seluas 8.500 M2 “disulap” menjadi area lokasi Pasar Desa. Dimulai dari kegiatan Penimbunan area lokasi pasar desa, dilanjutkan dengan pembangunan satu unit Los Pasar seluas 96 M2.

Kemudian, di 2019 dilanjutkan dengan pembangunan dua bangunan yakni satu bangunan Los dan satu lagi Lapak khusus penjual ikan.

Dengan kata lain, sebelum memasuki tahun 2021, BUMDesa Bangkit Mandiri Unit Pengelolaan Pasar Desa telah memilik aset tanah, bangunan, lapak/kios dan area parkiran.

Dua tahun, sangatlah singkat untuk kemajuan Pasar Desa. Namun saat ini, Pasar Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe telah menjadi sentra perdagangan di Kecamatan Kapoiala dan Kecamatan sekitar bahkan telah menarik pedagang dari Kota Kendari.

Berdasarkan keterangan dari Samsudin, Kepala Unit Pengelola Pasar Desa, pasar desa beroperasi sekali seminggu yakni setiap hari Selasa. Meski, hanya berpasar sehari dalam seminggu, namun pengunjung dan pedagang begitu ramai di pasar tersebut.

Pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi di Pasar Desa Lalimbue.
Pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi di Pasar Desa Lalimbue.

“Ada ratusan pedagang yang terdiri dari pedagang sembako, pedagang ikan, pedagang pakaian, pedagang sayur, pedagang rempah-rempah, pedagang pecah belah, pedagang kue, pedagang makanan dan minuman, bahkan dealer motor langsung menjual motornya di Pasar Desa Lalimbue,” ungkap Samsudin.

“Perkiraan kami, ribuan pembeli dan ratusan juta uang yang beredar di pasar ini menurut cerita-cerita para penjual,” sambungnya.

Untuk memaksimalkan potensi Pasar Desa tersebut, Pemerintah Desa Lalimbue melalui Dana Desa di tahun 2021 ini kembali menggelontorkan penyertaan modal tahap awal sebesar Rp. 131.900.000.

Saat ini, telah mulai dibangun 1 Unit Los Pasar Kue seluas 33 x 5 Meter dengan jumlah anggaran Rp. 114.600.800.

Pasca pembangunan Los Pasar Kue ini, BUMDesa Bangkit Mandiri di tahun 2021 ini telah memprogramkan Pembangunan 1 Unit Los Pasar Pakaian dan Toilet Umum.

Samsudin, Kepala Unit Pengelola Pasar Desa menambahkan bahwa selain bangunan utama pasar yang berisi lapak/kios tempat usaha, bangunan Pasar Desa yang maju juga harus dilengkapi dengan sarana pendukung seperti: kantor pengelola, area parkir, tempat pembuangan dan pengelolaan sampah sementara, air bersih, sanitasi atau drainase, tempat ibadah, toilet umum, pos keamanan, tempat pengolahan air limbah, hydran dan fasilitas pemadam kebakaran, penteraan, sarana komunikasi, serta area bongkar-muat dagangan.

“Kami akan terus mengembangkan Pasar Desa karena ini adalah potensi besar dan kami akan kembali mengusulkan kepada Pemerintah Desa untuk dapat bekerjasama memajukan Pasar Desa agar harapan ada PADesa dapat terwujud,” pungkas Samsudin.

Sementara itu, Batman, Direktur BUMDesa Bangkit Mandiri mengatakan, ikhtiar pengembangan Potensi Pasar Desa melalui BUMDesa adalah amanah tersirat dari Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa dan Permendesa PDTT No. 3 Tahun 2021 tentang Tentang Pendaftaran, Pendataan Dan Pemeringkatan, Pembinaan Dan Pengembangan, Dan Pengadaan Barang Dan/Atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Desa Bersama.

“Saat ini BUMDesa Bangkit Mandiri telah melakukan pendaftaran nama BUMDesa dan mendapatkan persetujuan Menteri pada tanggal 16 Juni 2021 dengan nomor registrasi 7402332010-1-002796,” tutur Batman.

Direktur BUMDesa Bangkit Mandiri menambahkan bahwa saat ini disamping tengah membangun pengembangan Pasar Desa, juga sedang dipersiapkan Pendaftaran Badan Hukum BUMDesa.

“Dokumen kelengkapan kami seperti Perdes, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Program Kerja, sebagaimana petunjuk regulasi yang ada tengah dalam tahap penyempurnaan untuk melakukan Pendaftaran Badan Hukum secara online,” tutupnya. (cr2/WAN)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar