Rektor Avicenna: Wali Kota Kendari Harusnya Lebih Peduli Kesehatan Warganya Daripada Munas VIII Kadin

44
Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan (UTK) Avicenna Kendari, dr. H. Marzuki Hanafi Bantayan, MD, M.Si

Beritaklick.com, KENDARI — Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan (UTK) Avicenna Kendari, dr. H. Marzuki Hanafi Bantayan, MD, M.Si sekaligus Tokoh Masyarakat Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB)  Sulawesi Tenggara menyarankan Pemerintah Kota Kendari untuk mempertimbangkan kembali pemberian izin kegiatan acara yang mengumpulkan banyak orang seperti Munas VIII Kadin yang akan di selenggarakan di Kota Kendari pada 29 – 30 Juni 2021.
 

Apa yang dikatakan Rektor ITK Avicena itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, kasus Covid-19 khususnya di Kota Kendari semakin hari semakin meningkat. Hal seperti ini katanya, mesti menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari. Apalagi menjelang Munas VIII Kadin akhir Juni 2021 mendatang peserta Munas Kadin VII yang datang dipastikan dari seluruh indonesia, termasuk DKI Jakarta, Riau, Jawa barat, Semarang dan Surabaya yang sekarang sudah menjadi zona merah pandemi Covid-19.
 

Marzuki mengaku tak mempersoalkan substansi acara Munas VIII Kadin dilaksanakan di Kota Kendari. Meski demikian dia menyarankan kepada Pemkot Kendari untuk mempertimbangkan kembali izin pelaksanaannya.
 

Dia bilang, tidak ada yang bisa menjamin bahwa selama kegiatan tersebut berlangsung tidak terjadi kontak dan tidak terjadi penularan.

Meskipun para peserta Munas VII Kadin yang berasal dari luar Sultra sudah melakukan tes cepat (rapid test) atau tes usap tenggorokan (PCR/swab test) sehari sebelum tiba di Kendari. Sementara rapid test dan swab test hanya berlaku 1 hingga 2 hari saja.

“Karena risikonya itu bukan saja mereka yang datang di sini, tapi terutama masyarakat kita yang ada di sini pasti ada kontak dengan pendatang. Bisa saja terjadi negative pada pemeriksaan PCR tetapi dia orang tanpa gejala (OTG) sehingga sudah ada infeksi dalam dirinya baru tiba di Kota Kendari dan itu bisa menjadi penularan di masyarakat,” ucap Marzuki.

 

Menurut dia, dengan pertimbangan itu Tokoh Masyarakat Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB) Sulawesi Tenggara itu menyarankan kalau memang Pemkot Kendari tidak mampu menekan lonjakan peningkatan Covid-19 sebelum pelaksanaan Munas VII Kadin sebaiknya ditunda namun bukan ditiadakan sampai situasi memungkinkan. Sekaligus memberikan kesan Pemerintah Kota Kendari dalam hal ini menjaga masyarakatnya dari penularan covid dari peserta Munas VIII Kadin yang berasal dari Zona Merah.

 

Dia menyebutkan, dalam sudut pandang kesehatan menghadapi pandemi Covid-19. Mencegah lebih baik daripada mengobati dan mencegah lebih murah daripada mengobati.

 

“Kesehatan seseorang adalah aset terpenting sekaligus investasi jangka panjang. Oleh karenanya, dalam masa pandemi COVID-19, yang dibutuhkan adalah upaya pencegahan secara berlapis. Masyarakat tidak hanya menerapkan protokol kesehatan tetapi juga menjaga pola hidup sehat,” tutupnya. (p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar