Menyikapi Paparan Radikalisme, BEM FH UMK Gelar Dialog Kebangsaan

36

Beritaklick com, KENDARI – Mahasiswa Sulawesi Tenggara melihat saat ini sangat banyak mahasiswa yang secara tidak langsung tertular paham kelompok atau organisasi tertentu. Sehingga menyebabkan orientasi dan semangat mahasiswa bukan lagi untuk mempertahankan kesatuan dan keutuhan bangsa, tapi menganggap negara dan pemerintah sebagai musuh sehingga mereka melakukan hal hal yang dapat merusak diri mereka dan orang-orang disekitarnya dengan doktrin-doktrin tertentu.

Olehnya itu Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari (BEM FH UMK) hari ini, Selasa 30 juni 2021, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan konsep Dialog kebangsaan di Aula Gedung Baru Lantai IV Universitas Muhammadiyah Kendari.

Plt Ketua BEM FH UMK , Muh. Agus Alvia S M Nur mengatakan dialog kebangsaan kali ini untuk menjawab segala permasalahan kebangsaan yang menggorogoti bangsa Indonesia saat ini.

Selain itu, agar mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas hukum UMK bisa menjadi benteng pertahanan untuk meneguhkan rasa cinta dan kesadaran terhadap bangsa dan negara di dalam kehidupan sehari hari

Lanjut Agus menuturkan, Pesertanya di khususkan bagi mahasiswa fakultas hukum dan beberapa mahasiswa di luar fakultas hukum dalam lingkup kampus universitas muhammadiyah kendari. Pihaknya pun akan menghadirkan empat narasumber yakni ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sultra. Kedua Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama Sultra. Ketiga Kepala LPPM IAIN Bapak Dr. Abdul Gaffar. M. Th. I. Keempat Bapak Dekan Fakultas Hukum UMK.

Dia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari pada khususnya dan seluruh mahasiswa dan pemuda pada umumnya, agar tetap memiliki keyakinan dan kesadaran di dalam dirinya bahwa Ideologi kita adalah Pancasila yang sudah bersifat “final yang diharapkan oleh founding father kita sebagai pondasi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan kita harus menangkis serta melawan siapapun yang mencoba menganti ideologi pancasila,” harapnya.

Selain itu Agus menambahkan, nantinya mahasiswa mampu menjadi penggerak untuk mencegah paham-paham di dalam masyarakat yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dalam pancasila.

“Nantinya Mahasiswa mampu memberikan pemahaman di dalam masyarakat dan lingkungannya bahwa pancasila merupakan ideologi yang tidak bertentangan dengan agama manapun serta pancasila merupakan instrumen sebagai perekat bangsa Indonesia.,” tandasnya. (p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar