Limbah PT CAM Diduga Cemari Lingkungan

15
Dewan Konsel saat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT CAM.

Beritaklick.com, ANDOOLO – DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tindak lanjut atas pengaduan masyarakat terkait dampak pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Cipta Agung Manis (CAM).

Wakil Ketua II DPRD Konsel, Hj Hasnawati membuka rapat dengar pendapat tersebut. Ketua Komisi II Tasman Lamuse, menyampaikan aduan masyarakat yaitu terkait tindak lanjut atas pengaduan masyarakat terkait dampak pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT CAM serta menyangkut harga hasil perkebunan plasma.

Adi Yusuf salah satu masyarakat mengatakan sangat terganggu dengan adanya PT CAM karena radius limbahnya tercemar sampai di rumah warga.

“Banyak tanaman kami yang tercemar akibat PT CAM. Seharusnya pemda jangan lemah pengawasan. Mohon dibuatkan Perda. Serta kami ingin solusi terbaik dari masalah ini,” ujar Adi Yusuf.

Hal ini langsung dijelaskan oleh manajemen PT CAM, Suparlan, terkait masalah limbah, sampai saat ini PT CAM belum membuang limbah. Kata dia, dari sampel limbah dibuang ke kolam sebesar 70 persen, kemudian dari kolam ini dimasukkan di kolam kedua sebesar 30 persen sebagai tempat pembiakan bakteri dengan diberi kotoran sapi sebagai bahan makanan untuk bakteri dengan harga kotoran sapi Rp200 per/kg kemudian dari hasil pembiakan bakteri ini yang berbau di masyarakat kemudian dari hasilnya digunakan sebagai bahan biogas.

Dimana, lanjutnya, ada dua limbah yaitu limbah padat dan cair, limbah cair ini yang berbau dari PT. CAM, tidak pernah membuang di sungai dan ditampung di dalam 8 bak kolam dengan 1 bak kolam = 10.000 meter/kubik.”jelasnya.

Tasman Lamuse menanggapi dari PT CAM limbah tidak pernah dibuang tetapi masyarakat membantah bahwa kali Roraya sudah tercemar dan perlu diluruskan dan akan ditinjau langsung di lapangan. Ini bukan masalah teorinya tetapi faktanya bahwa bau limbah PT.CAM sudah sangat mengganggu masyarakat sekitarnya.

Anggota DPRD Konsel, Budi Sumantri melanjutkan terkait dengan limbah PT CAM benar mengganggu karena walaupun menggunakan masker bau limbah masih tercium dan sangat menyengat, saran kami bagaimana untuk menghilangkan bau limbah tersebut. Terkait dengan Perda RTRW bahwa kecamatan Andoolo bukan kawasan industri sehingga PT.CAM dapat dianggap melanggar Perda karena masuk pada wilayah yang bebas dari kawasan pabrik dan industri.

Dewan lainnya, Wawan Suhendra yang menegaskan kepada PT CAM diminta memperhatikan masyarakat agar daerah mereka tidak tercemar.

Kata Wawan, diharapkan komitmen dan kontribusi dari PT CAM dan memberi kompensasi dari PT CAM kepada masyarakat.

“Kami akan bertanya berapa lama bulan waktu yang dapat PT CAM lakukan untuk menghilangkan bau yang mengganggu masyarakat. Serta dalam hal ini lingkungan hidup juga diharapkan berpihak kepada masyarakat,” tutur Wawan.

Menanggapi hal di atas Riswan Mangidi, Kadis Lingkungan Hidup, menjelaskan bahwa untuk tahun 2021 lingkungan hidup tidak mempunyai anggaran di bidang pengawasan.

Dikatakannya, pencemaran yang terjadi adalah pencemaran udara dan PT CAM tidak pernah melapor, nanti pada saat diminta laporannya baru laporannya dimasukkan dan tidak ada evaluasi dari PT.CAM terkait perkembangannya.

“Harus ada kompensasi yang harus dilakukan oleh PT.CAM agar ada perubahan atau peningkatan dalam perbaikan. Di tahun 2020 kami sudah turun lapangan terkait aduan masyarakat saat itu,” tuturnya.

Dia menilai jarak kolam penampungan dengan sungai roraya berjarak 400 meter dan tidak terjadi pencemaran atau rembesan dan air tidak tercemar, juga diambil oleh pihak pabrik sebagai bahan air minum mereka.

“PT CAM yang dilakukan secara teknis sudah benar, tetapi faktanya masih berbau, diharapkan PT CAM lebih arif dan bijaksana dalam menangani bau yang dihasilkan dari hasil pengolahan ubi dan menjadi tepung tapioka,” jelasnya.

Dewan Konsel dari Partai Hanura , Ahmad muhaimin menambahkan PT CAM tidak mempunyai ahli di bidang limbah jadi sulit untuk menyelesaikan persoalan ini dan diberikan deadline waktu dalam menyelesaikan persoalan pencemaran bau limbah. (ram/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar