Hingga Mei, Sudah Ada 123 Kasus DBD di Kota Kendari, 3 Meninggal

52
SAMSUL BAHRI

Beritaklick.com, KENDARI – Penyakit Demam Berdarah Dengue atau biasa disebut DBD tidak boleh dipadang sebelah mata. Pasalnya, penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini menelan korban jiwa.

Berdasarkan data, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari melalui Bidang Pencegahan Penyakit Menular, periode Januari hingga 31 Mei, sudah ada tiga korban meninggal dunia akibat penyakit ini dari 123 kasus yang ada.

Kepada media, Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Kendari, Samsul Bahri mengigatkan masyarakat agar tetap menerapkan 3M plus sebagai upaya perventif untuk meminimalisir terpapar penyakit DBD.

Jika lingkungan bersih, kata Samsul, maka resiko penularan penyakit ini bisa terkendali. Namun, pihaknya tak tinggal diam. Dinkes memastikan selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melaksanakan 3M plus.

Dengan 3M Plus menjadi salah satu langkah yang efektif dalam meminimalkan penyebaran penyakit yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
3 M plus ini seperti menguras, menutup dan menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa saja menjadi sarang nyamuk DBD.

Plus nya, seperti memakai kelambu saat tidur dan tidak mengantung pakaian sembarangan.

Untuk pengendalian, lanjut Samsul, pijaknya rutin melakukan fogging dan pemberian abate cair kepada masyarakat yang dianggap menjadi locus penyebaran penyakit DBD.

“Kalau ada laporan, maka tim kami akan turun langsung dilapangan untuk mencari asal usul penularannya. Apakah dari wilayah itu atau bisa dibawah dari wilayah lain. Tapi secara umum kita ini wilayah endemis. Dalam bulan dan tahun itu pasti ada. Hanya yang kita jaga itu tidak boleh ada peningkatan yang menimbulkan kejadian luar bisa,” ungkap Samsul.

Samsul membeberkan, kasus DBD di Kota Kendari mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu pada periode Januari hingga Mei 2020, tercatat sebanyak 288 kasus dengan 6 kasus meninggal. Sementara tahun ini diperiode yang sama hanya menembus 123 kasus dengan 3 kasus meninggal.

Meskipun ada penurunan kasus, dirinya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penularan DBD dengan menggalakkan gerakan 3M plus agar terhindar dari resiko penularan penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti.

Bahkan, Samsul mengigatkan masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat sanak keluarga atau tetangga mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, mual atau muntah, ruam kemerahan dibadan dan gejala lainnya.

“Segera laporkan agar cepat mendapatkan penanganan sebelum penyakit DBD nya semakin parah. Supaya bisa dilakukan pemulihan sesegera mungkin olem tim dokter,” pungkas Samsul. (r6/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar