Desa Napa Jadi Perwakilan Buteng Dalam Lomba Desa Dan Kelurahan

8
Syaifullah

LABUNGKARI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar lomba desa dan kelurahan (Lomdeskel) tingkat provinsi Sultra dengan tujuan utama menunjang kemajuan desa dan kelurahan, kabupaten maupun provinsi.

Buton Tengah mengusulkan Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, sebagai perwakilan ikut lomba itu.

Syaifullah yang memimpin langsung tim fasilitasi evaluasi perkembangan desa serta lomba desa dan kelurahan DPMD Sultra, mengatakan, penyelenggaraan Lomdeskel merupakan salah satu ruang lingkup Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomer 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.

“Penilaian tingkat perkembangan desa dan kelurahan dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat,” kata Syaifullah.

Lebih lanjut, Syaifullah menuturkan berdasarkan hasil analisa, validasi dan penilaian, akan menghasilkan kategori desa dan kelurahan cepat berkembang, berkembang, dan kurang berkembang.

“Desa dan kelurahan dengan kategori cepat berkembang dan berkembang diikutsertakan dalam lomba desa dan kelurahan,” ujarnya.

Penekanan penilaian Lomdeskel tahun 2021, juga menitikberatkan pada keterkaitan antara data profil desa dan kelurahan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran desa dan kelurahan. Selain itu, memperhatikan inovasi desa dan kelurahan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana nonalam Covid-19 serta pengembangan e-government dalam meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Tiga indikator penilaian lomba desa dan kelurahan yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan sesuai Permendagri No. 81 tahun 2015. Namun bertambah satu indikator lagi yakni penanganan dan pencegahan covid-19 di desa dan kelurahan berdasarkan instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro dan pembentukan posko penanganan covid 19 di desa dan kelurahan,” kata Syaifullah.

DPMD Sultra menetapkan 9 kabupaten kota yang akan dinilai secara lapangan atau faktual karena telah mengirim berkas administrasi laporan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang telah divalidasi dan verikasi oleh tim penilai lomdeskel provinsi. Diantaranya, Buton Utara, Buton Tengah, Konawe Kepulauan, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, dan Kota Kendari.

Ditanya soal gambaran hasil analisisnya di Buton Tengah, Syaifullah mengatakan terdapat keunikan yaitu ruangan isolasi covid tingkat desa, termasuk adanya rumah dinas jabatan kepala desa.

“Terdapat 198 Desa Se-sultra, baru saya lihat di Desa Napa, saya tidak pernah dengar rumah jabatan kepala desa,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Napa, Abdul Aziz Ansar mengatakan Desa Napa Siap dari segala bentuk penilaian tim, semuanya atas kerjasama masyarakat desa dan semua Pihak.

“Kita sudah siap dengan semua penilaian yang diinginkan, alhamdulillah berjalan sesuai dengan rencana, kerjasama masyarakat, pemerintah daerah, bupati dan dinas PMD Buton Tengah merupakan bagian dari bagaiman kegiatan ini sukses, tinggal menunggu hasil,” pungkasnya (cr3/b/aji)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar