BPJamsostek Sultra Hadiahi Suriono Tangan Palsu Robotik

36
Suriono saat menerima tangan palsu robotik dari BPJamsostek Cabang Sultra. (Ist)

 

KENDARI – BPJamsostek Cabang Sulawesi Tenggara kembali melakukan penyerahan tangan palsu robotik kepada peserta yang mengalami cacat anatomis akibat kecelakaan kerja, Jumat (11/6).

Dia adalah Suriono yang merupakan karyawan Perusahaan Indonesia Tsingshan Stainless Steel Morowali yang mengalami cacat anatomis. Cacat anatomis yang dimaksud adalah hilangnya salah satu anggota tubuh sehingga membutuhkan alat ganti tubuh untuk membantu peserta tersebut bergerak dan melakukan aktivitasnya.

Untuk diketahui, tangan palsu robotik ini merupakan tangan palsu yang menggunakan sensor, dimana sensor tersebut membaca pergerakan otot sehingga dapat bergerak sesuai dengan yang diinginkan pemakai.

Kegiatan penyerahan tangan palsu robotik ini merupakan salah satu Program BPJamsostek yaitu Return To Work. Return to Work merupakan program pendampingan yang dilakukan BPJamsostek kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama masa penyembuhan, pemasangan alat ganti tubuh, sampai dengan pekerja dapat bekerja kembali.

Kepala BPJamsostek Sultra, Minarni Lukman menyampaikan bahwa Program Return to Work ini adalah bentuk perluasan manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja, dimana BPJamsostek memfasilitasi pekerja dan perusahaannya agar pekerja tidak kehilangan mata pencaharian penghasilannya dan perusahaan tidak kehilangan karyawannya serta karyawannya dapat tetap produktif.

“Untuk kualitas alat ganti tubuh yang diberikan memang kami memberikan yang memiliki fungsi dan ketahanan yang sangat baik, agar tepat manfaat serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” ungkap wanita yang akrab di sapa Min itu.

Program Return To Work diberikan kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja baik dari berangkat kerja, pulang kerja, saat ditempat kerja, maupun pada saat dinas bekerja. Selain itu, selama peserta mengikuti program Return To Work, maka peserta tetap digaji oleh BPJamsostek dengan besaran sesuai dengan gaji yang dilaporkan.

Suriono mengaku tangan palsu yang diberikan kepadanya sangatlah membantunya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Menurut saya tangan palsu yang diberikan ini sangat membantu, apalagi tangan palsu ini sudah dengan sensor. Saya berharap dapat membantu saya saat kembali bekerja,” ungkap Suriono.

Suriono yang sebelumnya bekerja sebagai crew di Feronickel untuk selanjutnya setelah mendapatkan manfaat Return to Work, pihak BPJamsostek akan kembali melakukan pendampingan terkait penempatan kembali saat akan bekerja. Dimana penempatan kembali Suriono akan disesuaikan kembali dengan keadaan fisik Suriono saat ini.

Diketahui, sampai dengan bulan Juni 2021, sudah ada 7 pasien yang menerima manfaat Return to Work dari BPJamsostek, yaitu La Ode Siswanto, Gugun Asdiawan, dan Lasri dari PT. Virtue Dragon Nickel Industri, Lapadu dari PT. Obsidian Stainless Steel, Dirham dari Sumatera Mining Investama, Hadi Kurniawan dari PT. Gihon Matista, serta Suriono dari Indonesia Tsingshan Stainless Steel.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perusahaan agar pekerjanya bisa mendapatkan manfaat Return to Work apabila mengalami kecelakaan pada saat bekerja yaitu, Perusahaan harus terdaftar dan menjadi peserta BPJamsostek, Perusahaan tertib membayar iuran, dan Perusahaan tidak menunggak iuran. (r6)

­

Baca Juga !
Tinggalkan komentar