BI Sultra Bantu Petani Koltim Kembangkan Padi Sawah Organik

6
Suasana Bincang Bareng Media (BBM) PwBI Sultra bersama insan pers di salah satu wisata alam Kota Kendari.Foto: HERDY SUPARMANTO/RAKYAT SULTRA.

Beritaklick.com, KENDARI – Sebagai upaya mendorong pengembangan sektor pertanian, KPw BI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Pemkab Koltim) dan pemangku kepentingan lainnya melaksanakan program klaster padi sawah organik di Desa Mokupa, Mandoke dan Onemanu sejak tahun 2020 hingga 2023 mendatang.

Hal ini diungkapkan langsung, Kepala BI Perwakilan Sultra, Bimo Epyanto pada kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) bertajuk “Sienergi Mendorong Pontensi Daerah melalui Pengembangan Sektor Pertanian dan Pariwisata” di salah satu tempat wisata alam Kota Kendari, Rabu (2/6).

“Pengembangan klaster ini bertujuan untuk mendorong percepatan peningkatan produksi, pengolahan pasca panen, dan perluasan akses pasar serta pemanfaatan teknologi. Pengembangan klaster padi sawah organik di lokasi tersebut dilakukan melalui pengembangan demplot pertanian terintegrasi padi sawah dan peternakan sapi secara terukur dengan sistem digital (integrated digital eco farming),” terangnya.

Kata Bimo, Integrated Digital Eco Farming merupakan sistem pertanian terintegrasi dengan peternakan melalui pemanfaatan limbah ternak untuk kebutuhan pembuatan pupuk dengan teknologi MA-11 dan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak serta penggunaan teknologi digital untuk mempermudah petani untuk menentukan masa panen, perkiraan cuaca, kondisi tanah dan faktor pendukung produksi lainnya sehingga dapat mengoptimalkan hasil produksi dengan cara mempermudah rantai proses produksi.

Disamping bantuan teknis penguatan kelembagaan dan SDM, Bank Indonesia juga mendorong pengembangan padi sawah juga dilakukan melalui pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa peralatan digital farming dan peralatan produksi pertanian kepada salah satu koperasi tani di Desa Mokupa. Selanjutnya, tahun ini direncanakan pembangunan gudang dan lantai penjemuran untuk mempercepat ekosistem pengembangan padi sawah di Kabupaten Kolaka Timur, sekaligus sebagai bentuk wujud nyata dedikasi Bank Indonesia untuk negeri.

“Pada panen perdana 24 Mei 2021, demplot padi sawah di lokasi tersebut memiliki produktivitas sebesar 7,1 ton per hektar, lebih tinggi dibandingkan produktivitas padi organik pada umumnya yang hanya sebesar 3 hingga 4 ton per herktar. Penerapan integrated digital eco farming pada demplot tersebut juga berhasil menurunkan biaya produksi dari Rp 5 hingga Rp 8 juta per herktar menjadi Rp 3,5 juta per hektar dengan berhasil memanfaatkan 3 ekor sapi untuk kebutuhan 1 hektar sawah.

“Selain itu, sistem integrated digital eco farming juga mendukung desa mandiri pupuk yang dapat menjadi solusi bagi masalah kelangkaan pupuk yang terkadang dialami oleh petani. Harapannya pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan lebih tinggi dengan meningkatkan aktifitas sektor-sektor perekonomian dan memiliki daya dukung perekonomian relatif aman,” pungkas Bimo. (r6/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar