Zamrun Masih Bungkam Soal Kasus Tuduhan Plagiatnya

79

KENDARI- Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr Muhammad Zamrun, enggan menanggapi Surat Rekomendasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Dikti.

Dihubungi via telepon selulernya, Zamrun mengatakan dirinya tidak akan berkomentar soal tudingan itu.

” Waalaikumsalam, nanti saja Mas,” ucapnya singkat saat dihubungi via WhatsApp. Rabu (21/4/2021).

Surat Rekomendasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Dikti Nizam mengeluarkan rekomendasi pencoretan nama Prof. Dr. Muh Zamrun Firihu sebagai bakal calon (Balon) rektor UHO periode 2021-2025, lantaran secara terang benderang melakukan tindakan plagiasi.

Rekomendasi itu, tertuang dalam surat bernomor: 0263/E.E4/KP.07.00/2021 tertanggal 15 April 2021 perihal Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat, diteken Dirjen Dikti Kemendikbud, ditujukan kepada Ketua Senat UHO.

Dasar pencoretan Zamrun dilakukan setelah Dirjen Dikti menerima pengaduan masyarakat yang dinilai cukup prinsip, selanjutnya dibentuk Tim Pencari Fakta yang bertugas salah satunya mengumpulkan fakta dan dokumen terhadap pengaduan masyarakat, terkait dugaan plagiasi yang dilakukan salah satu balon rektor, serta seorang dosen yang tidak diloloskan dalam proses penjaringan.

Kemudian menyusun rekomendasi atas dua pengaduan tersebut berkaitan dengan proses penjaringan calon Rektor UHO, serta melaporkannya ke Dirjen Dikti melalui Direktur Sumber Daya Kemendikbud RI.

“Berdasarkan hasil review dan analisis Tim Pencari Fakta disimpulkan tim menemukan saudara Muh. Zamrun Firihu telah melakukan tindakan plagiasi. Oleh karenanya, berdasarkan Permendikbud Nomor: 19/2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pemimpin perguruan tinggi negeri, serta Permendiknas Nomor: 17/2010 tentang pencegahan dan penanggulangan Tindak Plagiat di Perguruan Tinggi, saudara Muh. Zamrun Firihu tidak memenuhi syarat dalam penjaringan bakal calon rektor UHO 2021-2025,” kata Nizam dalam surat rekomendasi yang diterima harian Rakyat Sultra, Senin (19/4).

Atas hal tersebut, Nizam meminta kepada Ketua Senat UHO untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, meninjau kembali keputusan senat sesuai notula rapat senat UHO pada 21 Maret 2021 dalam rangka penetapan balon rektor UHO.

Serta melakukan penjaringan ulang dan pendalaman balon rektor UHO periode 2021-2025.

Sementara itu, Ketua Senat Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Prof Takdir Saili seakan tidak mengidahkan surat rekomendasi Kemendikti RI.

Prof Takdir Saili membenarkan terkait surat tersebut. Tapi, kata dia, surat itu sebatas rekomendasi dan tidak serta merta langsung dilaksanakan oleh Senat.

Diapun menegaskan, hingga saat ini bakal calon rektor masih tetap 7 orang dan tidak ada yang digugurkan, “tidak serta merta ada yang digugurkan dan diloloskan, semua itu ada aturannya,” tegasnya. (P2/ags)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar