Terjegal di Senat, Dirjen Loloskan Jamhir Jadi Bakal Calon Rektor UHO

82

 

KENDARI- Jamhir perlu diacungkan jempol. Dua kali terjegal dalam perhelatan pemililihan rektor, akan tetapi tak menyurutkan langkahnya untuk menyerah begitu saja.

Dari awal, rupanya Jamhir sudah punya firasat. Jika dirinya tak akan melenggang secara mudah. Terbukti diawal tahapan Pilrek, persyaratan untuk menjadi bakal calon rektor, Kepala Pusat Studi tidak dimasukkan sebagai pengalaman manajerial.

Memang, kata Jamhir, Unit Pelaksana Teknis (UPT) itu ada yang bersifat akademis dan juga non akademik. Seharusnya Senat membuat pengecualian.

Namun, Jamhir tak pernah kehilangan asah. Ia terbang ke Jakarta bertemu dengan Dirjen Dikti. Di Jakarta, Jamhir bertemu dengan Dirjen dan berupaya memberikan penjelasan terkait posisi UPT ada yang sifatnya akademik dan juga non akademik.

“Apakah langsung disetujui? Tidak juga. Namun saya tetap gigih dengan keyakinan,”ujarnya.

Namun, satu persatu langkah senat untuk menjegalnya akhirnya kandas, setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dirjen Dikti melayangkan surat kepada Ketua Senat UHO untuk menunda tahapan penjaringan Pilrek UHO.

Surat penundaan itu dilayangkan Dirjen Dikti bernomor: 0252/E/HK.02.01/2021 tertanggal 11 April, perihal penjaringan bakal calon rektor UHO periode 2021-2025, diteken langsung Nizam selaku Dirjen Dikti Kemendikbud.
Pada 15 April 2021, Dirjen Dikti selanjutnya mengeluarkan rekomendasi kepada Ketua Senat UHO untuk melakukan penjaringan ulang Pilrek UHO, rekomendasi itu bernomor: 0263/E.E4/KP.07.00/2021 tertanggal 15 April 2021 perihal Tindaklanjut Pengaduan Masyarakat.
Dalam rekomendasi itun pula, Dirjen meminta kepada Ketua Senat UHO untuk memasukan nama Dr Jamhir sebagai bakal calon rektor UHO yang diduga kuat sengaja tidak diloloskan senat UHO dalam Pilrek UHO.

Mendikbud sendiri bukan tanpa alasan memasukan nama Dr. Jamhir Kembali menjadi peserta bakal calon rektor UHO. Setelah meminta agar proses tahap penjaringan bakal Calon Rektor UHO dengan agenda penyampaian visi, misi dan program kerja bakal calon rektor agar ditunda pelaksanaannya.

Penundaan itu perlu dilakukan dikarenakan adanya aduan bakal calon yang tidak lolos penjaringan karena penjatuhan sanksi dari Senat UHO karena alasan self plagiasi, serta adanya aduan dugaan plagiasi salah satu bakal calon rektor.
“Penundaan tahap menjaringan ini perlu dilakukan, demi kelancaran dan kesuksesan proses pemilihan rektor UHO periode 2021-2025,” kata Nizam sebagaimana bunyi suratnya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar