Misi Pelestarian Budaya, Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari Resmi Dilantik

46
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat melantik pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari periode 2021-2025.Foto: HERDY SUPARMANTO/RAKYAT SULTRA

Beritaklick.com, KENDARI – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir resmi melantik pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari, Rabu (31/3) di Claro Hotel. Langkah ini dianggap tepat dalam mendukungan pelestarian budaya yang ada di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pelantikan pun dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio mewakili Gubernur Sultra Ali Mazi. Teranyar, organisasi kepemudaan Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane Sultra menampilkan tarian perang Cakalele yang semakin memeriahkan acara.

Dalam sambutan Gubernur Sultra, yang bacakan Kadikbud Sultra, mengapresiasi pelantikan Dewan Kebudayaan Kota Kendari masa bakti 2021-2026.
Pasalnya, pemajuan kebudayaan telah tertuang dalam amanat Undang-Undang nomor 5 tahun 2017.

“Saya memandang kegiatan ini memiliki nilai penting dan strategis yang menunjukkan betapa semangat dan optimisme berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kota Kendari bersama komponen pemerhati dan penggiat kesenian dan kebudayaan di Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menindaklanjuti amanat Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan pembangunan nasional dan daerah sultra dalam rangka mewujudkan keunggulan bangsa dan sekaligus menjaga kedaulatan bangsa kita di bidang kebudayaan,” cetus Gubernur.

Lebih jauh, kata dia, strategi pembangunan nasional saat ini telah menempatkan budaya atau kebudayaan sebagai salah satu pilar utama yang mampu menopang segala upaya (pemerintah, red) dalam membangun bangsa. Sebab, lanjut Gubernur, keragaman budaya yang tersebar di seluruh wilayah nusantara termasuk di Sultra merupakan aset dan kekayaan besar yang kita miliki dan tidak semua negara mempunyai ciri khas budaya yang beragam seperti bangsa Indonesia.

“Olehnya itu, mari kita jaga dan rawat kebudayaan kita sebagai jati diri dan sekaligus identitas bangsa kita ini. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, saat ini menjadikan budaya sebagai salah satu fokus pembangunan daerah yang dikemas dalam program prioritas sultra berbudaya dan beriman, dalam rangka mewujudkan sulawesi tenggara yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat,” bebernya.

Sultra berbudaya, sambung Gubernur, merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, melestarikan adat-istiadat setiap kelompok masyarakat, serta melindungi dan menyelamatkan warisan budaya daerah sebagai akar budaya bangsa.

“Yang ingin saya tekankan yaitu budaya atau kebudayaan adalah hal yang mutlak harus kita jaga dan majukan ditengah-tengah peradaban dunia yang semakin modern. Untuk memaksimalkan proses pembangunan daerah kita, tentu dibutuhkan sebuah ide dan gebrakan yang bermanfaat, yang bisa menjadi sebuah ajang untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta civil society yang didalamnya antara lain adalah tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi dan praktisi budaya serta seniman maupun budayawan,” cetusnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam sambutannya, menjelaskan bahwa, pelantikan pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari merupakan sebuah gagasan untuk mengakomodir seluruh keragaman budaya, adat istiadat dan seni yang ada di Kota Kendari.

“Mudah-mudahan semua dedikasi ini benilai ibadah di sisi Allah SWT. Budaya harus dijaga bahkan harus kita wariskan kepada anak-anak generasi muda yang akan datang karena apa yang dimiliki harus bisa diperkenalkan ke masyarakat luas, tidak hanya di nusantara tetapi juga di seluruh dunia. Kita tidak kalah denga budaya-budaya negara lain, apalagi kita dengan berbgaai ciri khas, keunikan yang dimiliki. Harus bisa kita dorong bersama sehingga bisa menjadi nilai yang bisa dilpertahankan,” terangnya.

Sama seperti Gubernur Sultra, orang nomor satu di Kota Kendari ini juga menyambut baik terbentuknya
Dewan Kebudayaan Kota Kendari. Menurutnya, terbentuknya Dewan Kebudayaan Kota Kendari semakin mempererat persaudaraan walaupun berasal dari berbagai daerah di nusantara.

“Inilah yang menjadi bekal kita kedepan. Saya berharap Dewan Kebudayaan Kota Kendari hadir untuk mempererat sekaligus menguatkan konektivitas diantara seluruh etnis suku, budaya seni yang ada di Kota Kendari,” pungkasnya. (r6/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar