BPJamsostek Berikan Beasiswa ke Anak Ahli Waris Peserta Hingga Bangku Kuliah

192
Kepala BPJamsostek Sultra, Minarni Lukman (batik orange) bersama Kadis Dikbud Sultra dan perwakilan Disnaker Sultra berserta siswa penerima bantuan usia mengikuti penyerahan secara simbolis melalui zoom virtual.Foto: HERDY SUPARMANTO/RAKYAT SULTRA

Beritaklick.com, KENDARI – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) memastikan anak ahli waris peserta yang mengalami kecelakaan kerja berakibat meninggal dunia atau cacat total tetap, berhak mendapatkan bantuan beasiswa mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga ke bangku perkuliahan.

Diketahui, selang beberapa waktu diterbitkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kembali mendapatkan mandat untuk menunaikan kewajiban untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta. Hal ini sesuai dengan manfaat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK JKM.

Pembayaran beasiswa ini ditunaikan setelah aturan turunan dari PP nomor 82 tahun 2019 yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 5 tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT, efektif berlaku pada 1 April 2021. Permenaker ini mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, dengan salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.

Berdasarkan Permenaker tersebut, beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris peserta yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total tetap atau meninggal dunia. Manfaat beasiswa ini diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp174 juta, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1). Kriteria anak yang dapat menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja, belum menikah, dan di bawah usia 23 tahun.

Kegiatan penyerahan beasiswa secara simbolis ini dilaksanakan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, di Jakarta, Rabu, (21/4) dan dilakukan serentak pada 33 provinsi lainnya secara daring.

Anggoro mengapresiasi kerja keras Kemnaker dan seluruh Kementerian Lembaga yang terlibat dalam penyusunan Permenaker Nomor 5 tahun 2021, sehingga kenaikan manfaatnya sangat dirasakan ahli waris peserta program JKK dan JKM.

“Manfaat beasiswa ini naik signifikan, 1.350 persen, dari sebelumnya sebesar Rp12 juta untuk satu orang anak, hingga menjadi maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak. Semoga dengan adanya beasiswa ini dapat mendukung mereka dalam menjalani proses belajar di sekolah, perguruan tinggi atau pelatihan,” ujar Anggoro.

Anggoro menambahkan proyeksi total penerima manfaat beasiswa ini mencapai 10.451 anak, dengan total nilai yang dikucurkan sebesar Rp115,64 miliar.

“Saya berharap agar pembayaran beasiswa yang sempat tertunda ini sesegera mungkin kami tunaikan, paling lambat minggu pertama bulan Mei 2021 mendatang untuk mendukung pendidikan anak peserta,” tutur Anggoro.

Hal ini sudah menjadi komitmen BPJamsostek untuk memberikan pelayanan terbaik dengan cepat dan tepat sasaran, agar kepercayaan masyarakat terus meningkat, sehingga akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melindungi pekerja menjalani aktivitas pekerjaan sehari-hari. “Tentunya dengan kesadaran berjaminan sosial yang tinggi, kami harapkan akan mengakselerasi tercapainya perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala BPJamsostek Sultra, Minarni Lukman menambahkan bahwa ini merupakan launching pertama sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK JKM.

“Ini baru terealisasi dihari ini untuk penyerahan secara nasional, jadi yang kemarin sempat tentunda, mulai hari ini sampai kedepan kita akan menyelesaikan semua santunan-santunan atau beasiswa kepada peserta yang berhak sesuai ketentuan,” terang Minarni.

Minarni merinci, untuk jejang TK dan SD manfaat beasiswa yang diterima sebesar Rp 1,5 juta, tingkat SMP sebesar Rp 2 juta. Selanjutnya, tingkat SMA sebsar Rp 3 juta dan perguruan tinggi sebesar Rp 12 juta per tahun nya.

“Jadi jika mengalami musibah, orang tuanya mengalamin kecelakaan kerja meninggal atau cacat total maka manfaat ini bisa dirasakan oleh anaknya dalam bentuk bantuan beasiswa. Kemudian, kalau meninggal biasa (tapi, red) mereka peserta aktif yang sudah 3 tahun aktif sebagai perseta kami, maka anaknya pun berhak untuk bantuan beasiswa ini,” pungkas Min sapaan akrabnya. (r6/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar