Nur Alam Sebut Nama Pangdam XIV/Hasanuddin Dalam Akuisisi PT TMS

161
Nur Alam saat menyerahkan Surat Pernyataan kepada manjelis hakim saat hadir di persidangan PN Kendari sebagai saksi atas dugaan pemalsuan dokumen PT Tonia Mitra Sejaterah (TMS), Selasa (23/3).

Beritaklick.com, KENDARI – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultan) Nur Alam meminta agar Andi Sumangeruka yang saat ini menjabat sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin untuk dihadirkan juga sebagai saksi dalam perkara dugaan pemalsuan dokumen PT Tonia Mitra Sejaterah (TMS), Selasa (23/3).

Nur Alam hadir sebagai saksi dalam perkara tersebut, tiba di PN Kendari sekitar pukul 13.00 Wita dengan menggunakan mobil Toyota Land Cruiser dan langsung menuju ruang tunggu sidang di bagian belakang gedung pengadilan.

Mantan Ketua DPW PAN itu juga menilai pantas jika Andi Sumangeruka untuk dihadirkan dalam persidangan. Bahkan istri yang bersangkutan, adiknya dan kemenakannya.

“Sehingga pantas mereka untuk dihadirkan juga (dipersidangan). Kok Saya yang tidak tau masalah ditarik-tarik,” ujar Nur Alam usai bersaksi di PN Kendari.

Selain itu, Nur Alam menyakini jika proses akuisisi PT TMS itu (saat itu) berada di kantor BIN Daerah Sultra. Dimana saat itu Andi Sumangeruka sebagai Kepala BIN Daerah Sultra dan saat ini menjabat sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin.

“Mengapa demikian, karena surat pernyataan itu sudah terkonfirmasi langsung oleh saudara Ardiansyah Tamburaka (AT) menyatakan bahwa itu tandatangannya. Olehnya itu saya yakin bahwa informasi yang disampaikan oleh salah satu terdakwa adalah benar, karena sudah diakui terdakwa (AY),” katanya.

Bahkan dalam persidangan terungkap, Nur Alam menyerahkan surat rekomendasi yang ditulis tangan oleh AT. Nur Alam mengaku didepan majelis hakim pernah menerima surat saat saat dirinya telah di tahan oleh KPK di Jakarta. Hanya saja, surat yang diberikan oleh reception RSPAD Jakarta tanpa pengirim. Namun dalam suratnya ada nama terdakwa AT yang bertandatangan di atas materai pada awal tahun 2020 lalu.

Nur Alam sempat membacakan surat tersebut di depan majelis hakim yang kurang lebih poinnya melibatkan beberapa nama termasuk mantan Ketua Kabinda Sultra.

“Bahwa PT Tonia Mitra Sejatera telah diakusisi oleh PT Tribuana Sukses Mandiri, dengan nama-nama yang tertulis di surat tersebut ada nama Kabinda Sultra, Andi Sumangerukka, Yob Gianto, Andi Samsul Rizal, dan juga Maha Setiawan. Bahwa saya Adiyansyah Tamburaka tidak lagi berada di PT Tonia Mitra Sejaterah dan tidak tau menahu lagi soal PT TM,” beber Nur Alam saat membacakan surat yang diterimanya dari AT.

Setelah menerima surat tersebut, Nur Alam pun mengaku tidak langsung mengkonfirmasi kebenarannya. Hanya menyimpan surat tersebut.

“Makanya pada kesempatan ini, saya ingin membuka dan mengkonfirmasi langsung Yang mulia kepada yang bersangkutan,” katanya.

Di tempat yang sama Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlina mengatakan surat pernyataan tersebut dapat menjadi bukti persidangan. Pengacara AT atas nama Ardi SH meminta tandatangan dalam BAP AT dicocokan dengan surat pernyataan yang dibacakan oleh Nur Alam tersebut.

“Kita mau jadikan bukti Yang Mulia, karena tandatangannya cocok. Antara surat pernyataan dan tandatangan AT di BAP cocok, ” bebernya saat pencocokan data di depan Hakim Ketua Kelik Trimargo. (klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar