AJI Kecam Kekerasan Oknum Polisi pada Jurnalis BKK Saat Liput Demo

149

Beritaklick.com, KENDARI – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari mengecam aksi brutal sekolompok oknum Polisi terhadap seorang jurnalis koran Harian Berita Kota Kendari (BKK), Rudinan saat meliput demo di depan kantor BLK Kendari.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Kendari, La Ode Kasman Angkosono mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Apalagi tugas pokok polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kata dia, penghalang-halangan dan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan ini merupakan tindak pidana, sekaligus mengancam kebebasan pers. Karena jurnalis dalam menjalankan tugas di lapangan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Menghalangi tugas jurnalis saja sudah pidana. Apalagi sampai ada kekerasan fisik,” ujarnya, Kamis (18/3).

Ketentuan pidana ini, lanjut Kasman, diatur dalam UU Pers Pasal 18 ayat (1), yang berbunyi setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi maka dipidana penjara paling lama tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“Tidakan represif aparat kepolisian terhadap jurnalis terus berulang. Maka dari itu, kami meminta agar para oknum polisi yang terlibat agar mendapat sanksi tegas, jangan terkesan dilindungi,” tegas editor koran Harian BKK ini.

Menurutnya, pimpinan harus tegas dalam kasus seperti ini, untuk memberikan efek jerah terhadap para pelaku yang berbuat semena-mena terhadap masyarakat.

Selain itu, AJI Kendari meminta agar pimpinan kepolisian juga mengajari anggotanya tentang kerja-kerja jurnalis yang dilindungi UU Pers.

“Kemudian, kami juga mengimbau kepada para pewarta agar selalu berhati-hati dan tetap menaati kode etik dalam setiap menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan,” pungkasnya.

Pada Demonstrasi di BLK Kendari pada, Kamis (18/3/2021), tak hanya pendemo, seorang jurnalis dari media cetak Berita Kota Kendari (BKK) Rudinan juga menjadi korban kebrutalan polisi.

Pengeroyokan bermula saat Rudinan hendak melipur jalannya diskusi antara pendemo dengan pihak BLK Kendari. Namun, ketika Rudinan hendak masuk ke dalam ruangan, polisi mencegat dirinya dan menanyakan tujuannya ikut ke ruangan itu.

“Saya bilang wartawan, polisi meminta menunjukkan id card, polisi langsung memukul dari belakang ada sekitar 7 sampai 10 orang,” kata Rudinan ditemui seusai demo.

Akibatnya Rudinan mengalami luka lebah di bagian kepala.Bukan hanya dipukul, polisi juga melontarkan makian kepada Rudinan.

“Disusul kata-kata kasar yang seharusnya tidak diungkapkan polisi yang katanya pengayom,” jelas Rudi.(p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar