Wujudkan Harapan Masyarakat, Mantan Kapolri Lakukan Revitalisasi Mangrove di Desa Atowatu

154

Beritaklick.com, KENDARI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra, Dinas Kehutanan, BKSDA Kendari dan juga Sekda Kabupaten Konawe meninjau Lahan seluas 25 hektar yang berada di Desa Atowatu yang dimiliki oleh seorang warga bernama Samsul Hilal, yang merupakan keluarga dari mantan Kapolri yang mengelolah lahan tersebut setelah dibeli dari 8 orang warga di desa itu.

Kepala Dinas Kehutanan Sultra, Ir Sahid mengatakan kawasan ini justru bernilai karena pengelolaannya terlihat cukup baik. Bahkan bisa jadi kawasan agrobisnis wisata. Dalam kondisi tata ruang ruang, kawasan ini masuk dalam Area Penggunaan Lain (APL).

“Tapi, ini bukan masuk kawasan hutan . Memang mangrove, tapi tak ada yang mengeksploitasi mangrove disini. Justru kami lihat, ada penanaman mangrove. Bahkan dapat menguntungkan lingkungan hidup biota laut, sekaligus menguntungkan masyarakat karena di Empang ini, masyarakat dapat memancing atau mencari udang,” tutur Sahid.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand menuturkan bahwa area seluas 25 hektar ini sudah dimanfaatkan sesuai dengan aturan. Apalagi pengelolah yang memilikinya menanam mangrove dengan tepat dan mengelolah tiga empang yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Ferdinand sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pemilik lahan. Yang telah merelokasi SDN 1 Toronipa karena selama ini SDN tersebut selalu terkena dampak banjir akibat yang letaknya miring.

“Kami sangat apresiasi kepada pemilik area disini . Karena diperbaiki dan dikelolah dengan baik,” katanya.

Kepala Sekolah SDN 1 Toronipa, Naati S.Pdi akhirnya bisa bernapas lega. Soalnya Mantan Kapolri Idham Azis bisa mewujudkan harapan masyarakat Desa Atowatu untuk merelokasi SDN 1 Toronipa membangun kembali sekolah yang lebih mewah yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk Guru dan Siswa.

Naati sangat bersyukur dengan adanya Ruislag tersebut. Pasalnya, pada musim hujan SDN 1 Toronipa sangat rawan banjir karena bahu jalan lebih tinggi dari halaman sekolah sehingga halaman sekolah lebih mudah di genangi air sehingga menggagu proses belajar mengajar di sekolah tersebut .

“Saya sangat bersyukur sekali karena bangunan sekolah saya akan di tambahkan lebih mewah lagi daripada yang sekarang . dan Sekolah akan di pagar keliling, sehingga binatang ternak milik warga tidak masuk lagi dalam lingkungan sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Atowatu Nur Ali mengaku sangat bahagia dengan pengelolahan di area tersebut. Karena dengan adanya revitalisasi empang ini, masyarakat dapat memancing dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Apalagi kata dia, Sekolah yang dipindahkan oleh pengelolah are a tersebut.

Menurut dia, SDN 1 Toronipa yang dipindahkan mewujudkan harapan masyarakat. Karena, selama ini SDN tersebut selalu terkena dampak banjir akibat yang letaknya miring.
“Makanya SDN tersebut dipindahkan. Ini cukup menguntungkan masyarakat yang punya anak bersekolah. Dan kami sangat apresiasi kepada pemilik area tersebut,” ujarnya. (p2/klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar