Universitas Politeknik Industri Milik PT VDNI Akan Dibangun dan Beroperasi Tahun Ini

23

 

Beritaklick.com, UNAAHA – Adanya Perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengurangi angka pengangguran. Bagaimana tidak, perusahaan industri tersebut membuka ribuan lowongan kerja.

Bahkan, dalam waktu dekat Universitas Politeknik Industri milik PT VDNI akan segera dibangun dan beroperasi pada tahun ini. Universitas tersebut akan berada di dalam Kawasan Industri Morosi, Konawe. Politeknik tersebut akan dinamakan Virtue Dragon Institute of Technology.

Juru Bicara PT VDNI dan OSS Dyah Fadhilat mengungkapkan, Proses pembangunan gedung Politeknik tersebut saat ini sudah berjalan dan sedang dalam tahap seleksi vendor. Diperkirakan sebelum tahun ajaran baru 2021, pengerjaannya sudah selesai dan siap untuk beroperasi.

Untuk tahap awal, Politeknik ini akan diprioritaskan untuk warga lokal, karena diharapkan dapat menyerap siswa-siswi SMA/SMK yang baru lulus dari sekolah terdekat dengan Kawasan Industri Morosi, terutama yg berdekatan dengan area pabrik smelter untuk bisa praktek kerja. Meskipun demikian, ke depannya penerimaan siswa akan dibuka untuk umum sehingga bisa menyerap siswa dari wilayah lainnya.

Setelah proses pembangunan selesai, lanjut Dyah, PT VDNI akan segera memulai penerimaan mahasiswa gelombang pertama yang diperkirakan berlangsung pada bulan Mei. Beberapa jurusan yang dibuka adalah D3 untuk Metalurgi, Teknik Mesin, dan Teknik Listrik PLTU.

“Untuk gelombang pertama nanti, kuota yang akan dibuka untuk penerimaan mahasiswa adalah sejumlah 320 orang,” ungkapnya.

Organisasi politeknik itu merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, dan perguruan tinggi. Hingga saat ini, perusahaan telah menjajaki kerjasama dengan beberapa kampus dalam negeri untuk menyusun materi pembelajaran, rekrutmen, program magang. Perguruan tinggi tersebut diantaranya Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan Universitas Sebelas November (USN) Kolaka.

Prof Yohanes Surya menjelaskan, hasil pertemuannya disepakati bahwa pembangunan Politeknik Industri bakal dilakukan pihak swasta, yakni oleh PT VDNI. Perguruan tinggi tersebut nantinya akan berada di bawah payung yayasan bersama dari Pemprov Sultra dan Pemda Konawe.

“Gubernur dan Bupati Konawe bertindak sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina di yayasan tersebut. Demikian, peran pemerintah akan sangat nyata dalam pembangunan Politeknik tersebut,” ujarnya.

Fisikawan ternama Indonesia itu berharap, masuknya pimpinan daerah dalam struktur di Politeknik tersebut bisa membuat sinergi antara kampus, perusahaan dan pemerintah. Dengan demikian, bisa menyinkronkan program-program yang ada di Politeknik denga program pemerintah.

Yohanes juga menerangkan, politeknik yang akan dibangun itu nantinya berskala internasional. Mereka yang menempuh pendidikan di situ nantinya akan menjadi SDM yang siap pakai di perusahaan, khususnya VDNI dan OSS.

“Kita sangat berharap, warga lokal kita bisa berdaya saing dengan hadirnya politeknik ini,” harapnya lagi.

Terkait kondisi ekonomi Konawe saat ini, Yohanes juga mengungkapkan, berdasarkan pengamatan kementeriannya, investasi di Konawe tumbuh begitu subur. Sumber daya alamnya yang melimpah, didukung iklim investasi yang nyaman. Hal itu yang membuat banyak investor tertarik menanamkan modal di Konawe.

“Imbasnya, tentu pada tingkat pertumbuhan ekonomi di Konawe bisa menyentuh angka 9,20 persen pada tahun 2019 kemarin. Angka yang sangat baik dibanding dengan angka pertumbuhan ekonomi daerah lainnya,” pungkasnya. (Cr2/klick)