Lumpuhnya Aktivitas VDNI, Rugikan Banyak Pihak

27

 

 

Beritaklick.com, KENDARI –  Demonstrasi hingga aksi pembakaran alat berat yang terjadi dari sore hingga malam hari kemarin, Senin (14/12/2020) , di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan juga PT Obsidian Stainless Steel (OSS) menjadi sorotan publik. Aksi demonstrasi inipun menyebabkan perusahaan mega industri yang terletak di Kecamatan Morosi kabupaten Konawe ini lumpuh.

“PT VDNI dan PT OSS merupakan perusahan investasi terbesar di bumi Anoa yang mempekerjakan ribuan orang lokal. Jika perusahaan tersebut tak beraktivitas gagara aksi ini, dipastikan bakal merugikan semua pihak termasuk karyawan itu sendiri terutama berdampak pada penghasilan kepada Daerah,” ucap salah satu aktivis pertambangan, Fatahilah SH.

Melihat hal tersebut, tentu aksi demonstrasi berujung anarkis sangatlah merugikan semua pihak. Apapun alasannya, demo anarkis tidaklah dibenarkan. Aspirasi harus disampaikan pada tempatnya, dengan bijak dan amanah.

“Saya pikir ini langkah yang salah. Sebab ini bakal membuat kerugian terhadap kita sendiri. Kalau cuma persoalan gaji dan juga perjanjian kerja, ini bisa dibicarakan baik-baik dengan perusahaan,” katanya.
Dalam aksi Demonstrasi para buruh PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) saat demo di Morosi, Konawe , melakukan aksi pembakaran hingga Senin malam (14/12/2020). Akibatnya sejumlah kendaraan dump truk yang terparkir di sekitar pos pengamanan lokasi aksi demonstrasi terbakar.

Dari penelusuran RakyatSultra.com, sebanyak 20 unit kendaraan motor karyawan juga ikut terbakar, bahkan sejumlah alat berat yang berada di kawasan industrial pertambangan nikel VDNI juga ikut terbakar.

Aksi demo ratusan buruh yang bekerja di PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) merupakan aksi lanjutan Serikat dan Perlindungan Tenaga Kerja (SPTK) Kabupaten Konawe dan Afiliasinya Dewan Pengurus Wilayah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (DPW F-KSPN) Prov. Sulawesi Tenggara di Kawasan Industri PT VDNI dan PT OSS.

Dalam demonstrasi itu massa pendemo mempertanyakan Kejelasan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKW1) Pekerja/Karyawan PT, VDNI, karena banyaknya pekerja/ buruh yang ada di PT.VDNI yang jangka waktu bekerjanya lebih dari 36 Bulan (3 Tahun ) dan Belum ada kejelasan Statusnya menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Menuntut Kenaikan Upah bagi pekerja/ buruh yang sudah lebih dari 1 Tahun bekerja, karena sudah tidak sesuai lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, Pasal 42.

Sebelumnya Serikat dan Perlindungan Tenaga Kerja (SPTK) Kabupaten Konawe dan Afiliasinya Dewan Pengurus Wilayah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (DPW F-KSPN) Provinsi Sulawesi Tenggara dan pihak perusahaan PT. VDNI telah melakukan perundingan. Namun, pihak PT VDNI menolak tuntutan 2 point yang sudah gagal runding dan tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak.

Demonstrasi awalnya berlangsung tertib di bawah pengamanan Kepolisian. Aksi unjuk rasa itu pecah saat keduanya saling lempar batu antara pengunjuk rasa dan pihak perusahaan PT VDNI. Massa demonstrasi terlibat bentrok dengan petugas keamanan dari PT VDNI. Bahkan pos Keamanan jadi sasaran amukan masa dari demonstrasi.

Pemerintah kabupaten Konawe juga langsung turun tangan dalam meredam aksi demonstrasi ini, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bahkan turun di tengah-tengah pengunjuk rasa. Dirinyapun juga mengatakan akan menutup aktivitas PT VDNI sampai masalah ini redah.

Aparat kepolisian dibantu TNI hingga, Selasa (15/12/2020) juga telah mengamankan beberapa orang yang diduga ikut terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut.(RSC/klick)