Kolut Diterjang Banjir Bandang, Satu Desa Terisolasi

39

 

Beritaklick.com, LASUSUA – Musibah banjir melanda wilayah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), banjir kali ini merupakan dampak dari meluapnya sungai Desa Batu Ganda Kecamatan Lasusua, yang meluap pada Kamis (17/12) sekira pukul 21:00 Wita.

Sedikitnya terdapat lima wilayah di Kecamatan Lasusua terkena dampak banjir kali ini, masing-masing Desa Batu Ganda, Desa Rante Limbong, Desa Tojabi, Desa Pitulua, serta Kelurahan Lasusua.

 

Dampak terparah terjadi di Desa Batu Ganda, pasalnya musibah banjir yang terjadi secara tiba-tiba, mengakibatkan beberapa dusun di Desa Batu Ganda terisolasi akibat akses jalan yang terputus. Dusun yang terisolasi tersebut antara lain Dusun 4 Tobau dihuni sekira 140 KK, Dusun 3 Tengkasalu dengan jumlah penduduk sekira 60 KK, serta Dusun 6 Larodangge dengan jumlah penduduk sekira 90 KK.

 

Derasnya arus banjir juga mengakibatkan dua rumah warga setempat hanyut terseret banjir. Bahkan jalur Trans Sulawesi Sultra-Sulsel yang melintasi Desa Bantu Ganda, sempat ditutup akibat ruas jalan yang dipenuhi tumpukan sampah dan batang pohon yang hanyut terbawa banjir.

 

Selah satu langkah tanggap yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolut, dalam upaya penanggulangan bencana banjir ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kolut, TaufiQ S Sp MM, menginstrusikan seluruh OPD lingkup Pemkab Kolut, agar mengambil inisiatif membantu masyarakat yang terdampak banjir.

 

“Berhubung data lengkap yang terdampak musibah banjir masih dalam proses identifikasi, mohon agar masing-masing OPD mengambil inisiatif sendiri, mengarahkan staf untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah banjir. Kegiatan dimulai hari ini,” ungkap Sekda yang disampaikan melalaui Grup WhatsApp, Jumat (18/12).

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Batu Ganda, Syahrir, mengungkapkan, saat ini kondisi banjir sudah mulai surut, dan warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan bersih-bersih rumah. Dan hingga saat ini lanjut Sekdes, pihaknya belum menerima adanya laporan korban jiwa akibat musibah banjir bandang tersebut.

 

Sementara, untuk wilayah yang terisolasi, lanjut Syahrir, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasti kondisi warganya di dusun-dusun yang terisolasi tersebut, sebab menurutnya selain akses jalan yang benar-benar terputus, jaringan seluler di wilayah tersebut juga tidak tersedia. (Dul/klick)