Pemerintah Siapkan Rp123 Triliun untuk Pulihkan UMKM Terdampak Pandemi

9

Beritaklick.com, JAKARTA – UMKM perlu didorong kembali untuk terus tumbuh dan berkembang karena berperan sebagai motor penggerak perekonomian.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi bertajuk “Mendorong Daya Saing UMKM dan Koperasi Menuju Indonesia Maju dan Unggul” yang diselenggarakan oleh KPC-PEN di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah merealokasi anggaran sebesar Rp 695 triliun pada 2020, dilanjutkan Rp 372 triliun pada 2021.

Jumlah anggaran ini diharapkan dapat menjadi buffer pertumbuhan ekonomi di tengah konsumsi dan daya beli masyarakat yang menurun.

“Bantuan untuk sektor UMKM sendiri mencapai Rp 123,46 triliun. Pemerintah sudah mendukung permodalan dan cashflow-nya melalui insentif fiskal dan bantuan permodalan lewat perbankan maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Airlangga.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede mengatakan, ada dua strategi utama yang dilakukan pemerintah. Meski dilakukan secara bersamaan, tapi tetap ada prioritas.

Pertama, bagaimana memperluas kapasitas testing, pelacaka, isolasi, dan terakhir mencari cara pengobatan yang ampuh untuk Covid-19. Kedua, menyelamatkan mata pencarian hidup masyarakat.

Menurut Raden, kebijakan yang sudah dilakukan secara cepat dan masif adalah dengan memberikan bantuan sosial kepada kelompok rumah tangga yang paling rentan terdampak pandemi. Kemudian memberi keringanan serta bantuan kepada kelompok usaha rentan, utamanya UMKM.

“Pemberian bantuan ini yang paling masif dalam sejarah ekonomi Indonesia. Hal ini tentunya dilakukan untuk menyiapkan pemulihan ekonomi Indonesia,” sambung Raden.

Di sisi lain, sedang terjadi transformasi ekonomi yang begitu cepat yang diiringi dengan industri 4.0. Tranformasi ini membuat arus ekonomi Indonesia berubah. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya pelaku bisnis dan konsumen mengadopsi teknologi berbasis digital untuk bekerja, belajar hingga berbelanja. Namun, masih banyak UMKM yang sulit beradaptasi.

Akademisi Universitas Teknologi Sepuluh November Arman Hakim Nasution mengatakan, dalam sebuah studi ada empat unsur yang harus diperkuat UMKM di era teknologi 4.0. Keempatnya yaitu Teknoware, Humanware, Infoware, dan Organware.

“Untuk mewujudkannya harus ada kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan swasta. Sehingga di era reformasi ekonomi berbasis digital, UMKM dapat meningkatkan redesain bisnis modelnya agar dapat mengetahui need and want customer,” jelas Arman.

Untuk itu, Arman menilai perlu keterlibatan perguruan tinggi dalam transformasi ini. Dengan adanya tenaga dari perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa, diharapkan UMKM bisa dijembatani dan dibantu dari sisi teknologi.

“Perguruan tinggi memiliki kesiapan mengoordinasi UMKM mitra yang mempunyai keinginan untuk bekerja sama. Di mana perguruan tinggi nantinya menjadi inkubator UMKM. Serta menjadi leader satu pintu pembinaan UMKM 4.0,” pungkas Arman. (jpnn/klick)