PT. OSS Perketat Sistem Kerja, Gustu Konawe Turunkan Surveilans

*Pasca Kematian TKA

33

Beritaklick.com, KENDARI – Pasca meninggalnya salah seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) berusia 54 tahun yang bekerja untuk kontraktor yang dipekerjakan PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Merespon persoalan itu, PT. OSS melakukan pengetatan sistem kerja.

“Pihak kontraktor yang mempekerjakan TKA tersebut untuk PT OSS berinisiatif untuk memperketat sistem kerja mereka dan melakukan tes rapid massal kepada seluruh pekerjanya sejak tanggal 14 November 2020,” kata Juru Bicara PT VDNI dan PT OSS, Dyah Fadilat.

Lanjut Dyah Fadilat menyampaikan, pihak perusahaan akan terus mengawal kasus ini dan melakukan sterilisasi Kawasan Industri, salah satunya dengan untuk sementara waktu mencegah karyawan atau Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak tinggal di dalam asrama masuk ke dalam area Kawasan Industri.

“Sebagai bagian dari upaya untuk mencegah kemungkinan terburuk, dan mempertimbangkan tidak semua pekerja yang ada di Kawasan Industri tinggal di dalam asrama, maka perusahaan memutuskan untuk membatasi aktivitas karyawan yang tidak tinggal di dalam asrama. Hal ini akan berlaku hingga nanti kembali dilakukan tes massal kepada seluruh pekerja dan hasilnya dipastikan aman untuk beraktivitas kembali,” tambah Dyah.

Dyah menambahkan, VDNI dan OSS selama ini selalu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan, seperti rutin melakukan tes rapid maupun PCR.

“Ke depan pun kerja sama akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh karyawan yang bekerja di Kawasan Industri Morosi dalam keadaan sehat dan aman untuk beraktivitas,” Pungkasnya.

Semenjak terungkapnya persoalan ini, beredar informasi jika di Perusahaan Modal Asing (PMA) itu terdapat 10 orang TKA yang diduga terpapar Covid-19. Satu diantaranya yang meninggal ini dimana dari pemeriksaan RS Bahteramas, pekerja asing ini positif Covid-19 setelah dilakukannya tes PCR.

Terkait persoalan ini, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan mengungkapkan bahwa informasi itu sementara didalami oleh pihaknya.

Informasi yang kami terima memang benar ada TKA yang meninggal di RS Bahteramas dua hari lalu di kremasi di Makassar, tetapi laorannya ke saya bukan Covid-19 tetapi stroke,” ungkapnya.

Diapun berharap kabar tersebut tidak benar adanya, karena apabila benar maka akan menimbulkan ledakan klaster baru mengingat tenaga kerja lokal hingga saat ini sudah puluhan ribu.

“Kami telah memerintahkan surveilans untuk mengecek informasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat. Apalagi kita saat ini sedang bersiap untuk New Normal,” ucapnya.(iks/Asr/klick)