Pulihkan Ekonomi Warga Terdampak Covid-19, Bandara Haluoleo Gelar Padat Karya

Pulihkan Ekonomi Warga Terdampak Covid-19, Bandara Haluoleo Gelar Padat Karya

28

KENDARI – Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Pasalnya, tak sedikit warga yang harus kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal inilah yang kemudian mendorong Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Halu Oleo Kendari menggelar padat karya.

Kepala UPBU Halu Oleo Kendari, Benyamin Noach Apituley mengatakan, pelaksanaan padat karya merupakan bentuk kepedulian Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui pihaknya yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat lokal akibat pandemi Covid-19 yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Adapun kegiatan padat karya dimaksud meliputi pemeliharaan bak penampungan air bersih bandara, pemeliharaan saluran air, dan pemeliharaan pagar pengaman bandara.

“Jadi yang dilibatkan sekitar 142 orang. Rinciannya pemeliharaan bak penampungan air bersih melibatkan masyarakat sebanyak 70 orang, pemeliharaan saluran 40 orang dan pemeliharaan pagar 32 orang dengan upah harian sebesar Rp 110 ribu per hari,” ungkapnya kemarin.

Hadir mewakili Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub yakni Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Baitul Ihwan berharap kegiatan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat lokal akibat pandemi Covid-19 yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat khususnya masyarakat disekitar kawasan bandara.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa latar belakang padat karya dilingkup Kementerian Perhubungan khususnya di Ditjen Perhubungan Udara dikarena hasil data statistik yang menunjukkan sekira 27,05 persen balita di Indonesia menderita stunting yaitu kondisi dimana bayi kekurangan gizi kronis karena kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan.

“Untuk menekan stunting, pemerintah kemudian mengeluarkan program padat karya tunai agar dapat memberikan tambahan upah kepada warga sehingga daya beli masyaralat bisa meningkat,” ungkapnya.

Selanjutnya, program padat karya ini dilatarbelangi sejak kasus pertama Covid-19 pada bulan maret 2020 dan semakin merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia telah menurunkan berbagai macam sektor perekonomian nasional, terus bertambahnya tenaga kerja terdampak PHK dan dirumahkan, hilangnya mata pencaharian masyarakat dan berkurangnya daya beli masyarakat.

“Sehingga dilaksanakan program padat karyaa ini yang memilili fungsi yang meluas termasuk memenuhi kebutihan gizi anak dan ibu pada masa kehamilanh ditengh pandemi ini,” kata Baitul Ihwan.

Selain itu, lanjut dia, program padat karya ini untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal juga mempercepat proses pemulihan ekonomi masyarakat.

Ia mengungkapkan, Direktoral Jenderal Perhubungan Udara menargetkan pelaksanaan program padat karya di 29 Provinsi, 169 Desa Kabupaten, dengan alokasi upah sebesar Rp 11,4 miliar yang diharapakan mampu menyerap 4.506 orang tenaga kerja seluruh Indonesia.

“Sampai dengan tanggal 13 Oktober 2020 telah merealisasikan program padat karya nasional pada 24 Provinsi, 88 Desa dan Kabupaten dengan menyerap 762 orang tenaga kerja atau 1,27 persen,” ungkap Baitul Ihwan.

Sementara itu, bertindak sebagai mitra sekaligus pengawas kegiatan, Anggota DPR RI Ridwan Bae berharap kepada penanggungjawab kegiatan padat karya agar melibatkan masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan tepat sasaran.

“Artinya yang dilibatkan adalah orang-orang yang berhak, layak dan pantas untuk mendapatkan bantuan sebagai mana yang tujukan pemerintah. Saya ingatkan juga dalam pelaksanaan program padat karya ini agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (KLick)