BPJamsostek Hadirkan Layanan Return to Work Bagi Korban Kecelakaan Kerja

BPJamsostek Hadirkan Layanan Return to Work Bagi Korban Kecelakaan Kerja

18

KENDARI – BPJamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memberikan pelayanan terbaik bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja untuk mendapatkan haknya.

Salah satunya dengan menghadirkan layanan Return to Work. Return to Work merupakan program pendampingan yang dilakukan BPJamsostek kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama masa penyembuhan, pemasangan alat ganti, sampai dengan pekerja dapat kembali bekerja.

Seperti yang dirasakan, Lasri pekerja dari PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang mengalami kecelakaan
kerja sehingga kaki kirinya harus diamputasi dan mengalami cacat anatomis.

Kepada awak media, Kepala BPJamsostek Sultra, Muhyiddin Dj menjelaskan, ketika mendapatkan pelaporan kecelakaan kerja, pihaknya langsung memastikan apakah Lasri telah mendapatkan pelayanan yang maksimal dan sesuai haknya.

“Selain perawatan yang ditanggung tanpa ada batasan biaya, Lasri juga mendapatkan layanan Return to Work. Return to Work merupakan program pendampingan yang dilakukan BPJamsostek kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja selama masa penyembuhan, pemasangan alat ganti, sampai dengan pekerja dapat bekerja kembali,” terangnya.

Diketahui, layanan Return to Work yang diberikan kepada Lasri salah satunya adalah pemasangan alat ganti berupa kaki palsu.

“Program Return to Work ini adalah bentuk perluasan manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja, dimana BPJamsostek memfasilitasi pekerja dan perusahaannya agar pekerja tidak kehilangan mata pencaharian penghasilannya dan perusahaan tidak kehilangan karyawannya serta karyawannya dapat tetap produktif,” ujar Muhyiddin.

Sampai dengan Oktober 2020, sambung dia, sudah ada enam pasien yang menerima manfaat Return to Work dari BPJamsostek yaitu La Ode Asiswanto, Gugun Asdiawan, dan Lasri dari PT VDNI. Kemdudian, Lapadu dari PT Obsidian Stainless Steel (OSS), Dirham dari Sumatera Mining Investama dan Hadi Kurniawan dari PT Gihon Matista.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perusahaan agar pekerjanya bisa mendapatkan manfaat Return to Work apabila mengalami kecelakaan pada saat bekerja yaitu, perusahaan harus terdaftar dan menjadi peserta BPJamsostek. Perusahaan tertib membayar iuran, dan perusahaan tidak menunggak iuran,” cetusnya.

Sementara itu, Lasri menceritakan bahwa dirinya mengalami kecelakaan pada Februari tahun ini.

“Pada saat itu saya sedang melakukan pembersihan pada area panel lantai dua dan smelter satu. Pada saat saya sedang membersihkan, tiba – tiba saya langsung terhempas dari area panel dikarenakan area panel tersebut dialiri listrik,” beber Lastri.

Lasri mengaku, bantuan kaki palsu tersebut amatlah bermanfaat baginya dalam mejalani rutinitas setiap harinya.

“Bantuan kaki palsu ini akan sangat bermanfaat bagi saya dalam beraktifitas, karena dengan adanya bantuan kaki palsu ini, fungsi kaki saya dapat kembali seperti sebelumnya,” pungkas Lasri. (klick)