Segera Diresmikan, Unsultra Mulai Mendata Mahasiswa Penghuni Rusunawa

Diutamakan Mahasiswa Penerima KIP Kuiah

66

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mulai melakukan pendataan bagi mahasiswa yang berhak menempati Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa. Pasalnya, dalam waktu dekat bangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 19,9 miliar bakal segera diresmikan.

Dibangun setinggi tiga lantai, Rusunawa ini dilengkapi fasilitas memadai guna menunjang kelancaran mahasiswa dalam menjalani pendidikan di bangku perkuliahan.

Kepada awak media, Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun mengungkapkan bahwa Rusunawa ini nantinya diperuntukkan bagi mahasiswa baru, khususnya lagi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang sebelumnya bernama Bidikmisi.

“Karena sekarang masih pandemi Covid, jadi kami masih mendata dulu mahasiswa yang akan masuk disitu. Jika sudah diizinkan, mereka bisa masuk,” ungkapnya usai melepas mahasiswa FKIP menjalankan Program Pengalaman Lapangan (PPL), Sabtu (19/9).

Prof Andi mengaku, dalam waktu dekat Rusunawa yang diberinama Asrama Mahasiswa Unusltra Calon Pemimpin Masa Depan ini akan segera diresmikan dengan kapasitas 250 mahasiswa yang terdiri dari 60 kamar, per kamarnya akan dihuni empat orang.

“Pengelolanya sudah kita siapkan, termasuk programnya, tinggal dimanfaatkan. Kami sudah disampaikan dari pihak PUPR, kemungkinan besar akan bersamaan dengan peresmian jembatan Bahtramas, itu informasi baru secara lisan dari PUPR, karena sekarang masih mau penataan tamannya dulu,” beber Rektor yang juga Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sulawesi Tenggara itu.

Seperti yang dirinya katakan sebelumnya, hadirnya Rusunawa tersebut merupakan impian civitas akademika Unsultra, masyarakat, terutama generasi muda yang berkeinginan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.

Prof Andi menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan guna menyiapkan mahasiswa menjadi pemimpin di masa depan dengan dibekali kecerdasan spiritual, emosional, sosial dan kinestetik. Termasuk kemampuan berbahasa asing dan berwirausaha.

“Kami berharap mahasiswa yang menempati Rusunawa ini, memiliki integritas sehingga satu visi dengan pemerintah pusat, daerah dan pimpinan universitas,” pungkas Prof Andi. (klick)