Saat Kampanye, Paslon Diminta Tak Hadirkan Massa Berlebihan

9

RAHA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna akan memulai tahapan masa kampanye pasangan calon (paslon) kepala daerah, tanggal 26 September mendatang. Namun suasana kampanye dalam masa wabah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) ini akan diselenggarakan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar,SH,LL.M PhD mengingatkan kepada paslon, tim kampanye paslon agar tidak mengerahkan massa berlebihan yang dapat menyebabkan kerumunan massa dan melanggar protokol Covid-19.

“Tidak lama lagi, tiba saatnya kampanye. Kami ingatkan agar paslon dan tim kampanye tak mengundang massa melebihi batas kapasitas ruang yang ditentukan, demikian pula dengan pendukung paslon, tidak menghadiri kampanye melebihi batas,”imbau Fritz.

Ia menegaskan bahwa penerapan protokol Covid-19 adalah prasyarat dilanjutkannya tahapan pilkada 2020, sehingga protokol kesehatan menjadi hal yang wajib dipatuhi dalam setiap tahapan pilkada.

Saat berkunjung ke Muna, Jumat (18/9), Fritz kembali mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ia juga mengungkap soal teguran dari Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) kepada Bupati Muna, LM Rusman Emba,ST dan Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada yang melanggar protokol Covid-19 karena adanya pengerahan massa. Fritz meminta persoalan ini tak terulang lagi di masa kampanye mendatang. (sra)