PBM Secara Tatap Muka Belum Diizinkan

PBM Secara Tatap Muka Belum Diizinkan

29

KENDARI – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari memastikan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah belum bisa terlaksana, akibat kasus pandemi Covid-19 yang kian meningkat di Kota Kendari.

Hal ini disampaikan langsung Plt Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur saat dimintai keterangan awak media usai menghadiri pelepasan mahasiswa FKIP Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), Sabtu (19/9/2020).

“Sampai saat ini Pemkot belum mewacanakan apalagi merencanakan PBM tatap muka di sekolah. Kami masih menunggu kondisi pandemi yang saat ini belum dinyatakan selesai,” tuturnya.

Diketahui, selama masa pandemi Covid-19, peserta didik melaksanakan proses pembelajaran secara online sebagai upaya mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Makmur mengaku dalam waktu dekat pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal memberikan paket data per siswa guna kelancaran pembelajaran secara online ditengah pandemi Covid-19.

“Kita masih menunggu, beberapa waktu lalu kami sudah dimintai Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar mengirim nomor ponsel androit peserta didik untuk mendapatkan bantuan. Sampai sekarang belum ada, mungkin masih diverifikasi,” terang Ketua PGRI Kota Kendari itu.

“Yang diusulkan sesuai data dapodik di masing-masing sekolah. SD dan SMP,” tambah Makmur.

Sementara itu, seperti yang dikatakan Wali Kota Kendari, Sulkrnain beberapa waktu lalu, dirinya mengajak semua memahami kandisi sekarang ini sehingga sekolah belum mendapat izin menyelenggarakan PBM tatap muka.

“Situasi yang berat ini hanya bisa kita hadapi secara bersama-sama, dengan kekompakan. Walaupun proses belajar mengajar lewat daring atau luring kita jangan patah semangat. Kita tidak kehilangan motivasi untuk terus mengawal anak-anak kita mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan,” ungkap Wali Kota.

Menurutnya, tidak ada pihak yang bisa menjami siswa bisa menerapkan protokol kesehatan jika PBM tatap muka berlangsung di sekolah.

“Persoalan kenapa sudah ditahu cara menangkal Covid, tetapi sekolah tidak dibuka, pertanyaannya siapa yang berani menjamin jika anak-anak kita ketemu bisa disiplin seperti tadi (protokol kesehatan, red). Kita saja orang tua terkadang sulit diingatkan,” cetusnya.

Diketahui, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Kendari 18 September, akumulasi terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 839 kasus. Masih dalam perawatan 415 pasien. Dinyatakan sembuh 406 orang. Meninggal dunia 18 orang. (klick)