Kolut Jadi Major Project Pusat Pengembangan Kakao Nasional

7

LASUSUA – Langkah Bupati Kolaka Utara (Kolut), H Nur Rahman Umar, mencanangkan program revitalisasi kakao di era pemerintahannya terbukti sangat jitu. Berkat program unggulannya tersebut, Kabupaten Kolut ditetapkan sebagai major project pusat pengembangan komoditi kakao nasional tahun 2020 hingga 2021 mendatang.

“Tahun 2020 hingga 2021 mendatang, Kolaka Utara ditetapkan sebagai pusat pengembangan kakao nasional dan ditetapkan sebagai major project. Desain perencanaannya ini kita lakukan di tahun 2019 kemaren, dan ditetapkan juga di tahun 2019, selanjutnya dialokasikan anggaran di tahun 2020 ini, dan sekarang sudah jalan,” jelas Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Peternakan Kolut, Ismail Mustafa, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Kadis mengungkapkan, total APBN yang dikucurkan pemerintah pusat di tahun 2020 ini mencapai angka Rp 27 miliar, dari jumlah tersebut khusus untuk realisasi kegiatan mayor project dimaksud, mencapai angka Rp 6 miliar, juga ada sharing dana APBN APBD. Ada kegiatan yang anggarannya didialokasikan dari APBN, ada pula kegiatan yang anggaranya dialokasikan dari APBD.

Salah satu item penting dalam major projet ini, ungkap Kadis yakni termasuk realisasi pembangunan pabrik kakao di Kolut. Untuk pembangunan pabrik kakao ini, lanjut Kadis luas lahan yang sudah disiapkan seluas 10 hektar.

“Jadi karena ini lingkupnya major project, jadi di kawasan 10 hektar itu, bukan hanya pembangunan pabrik, namun semua yang menyangkut masalah kakao mulai dari hulu sampai hilir, akan terintegrasi di dalamnya, semua akan disiapkan di sana,” jelasnya.

Terkait penetapan Kolut sebagai major project pengembangan kakao nasional oleh pemerintah pusat, Kadis menilai terdapat dua poin penting. Pertimbangan pertama yakni faktor sejarah, sebab secara historis ada kisah manis kejayaan perekonomian masyarakat Kolut, yang terdongkrak melalui sektor perkebunan kakao.

“Kolut pernah disebut-sebut sebagai daerah dollar berkat kejayaan komoditi kakao saat itu,” ujar Kadis.

Poin ke-dua yang tidak kalah penting, lanjut Kadis, yakni program revitalisasi kakao, yang saat ini menjadi program utama di era kepemimpinan Bupati, H Nur Rahman Umar. Sebab menurutnya, dengan berjalannya program revitalisasi kakao ini, pemerintah pusat dapat melihat jelas, komeitmen dan keinginan kuat Pemkab Kolut untuk pengembangan sektor perkebunan kakao.

“Belum pernah ada daerah yang menggelontorkan anggaran sebesar Kolut, khusus untuk pengembangan satu jenis komoditi perkebunan. Dua aspek tersebut sehingga mayor project ini digelontorkan di Kolut,” pungkasnya. (r1)