Format Sultra: Penetapan Tersangka PT. Bososi Sebagai Awal Pembasmian Mafia Tambang

40

WANGGUDU – Beberapa waktu lalu, tiga pimpinan join operasional perusahaan di PT. Bososi Pratama yakni Direktur PT. RMI, PNN, dan PNM ditetapkan sebagai tersangka. Akibatnya, aktivitas penambangan nikel di Desa Marombo Pantai, Kecamatan Langgikima, dihentikan pihak kepolisian.

Setelah ketiga tersangka itu, kini giliran pimpinan tertinggi alias Direktur Utama PT. Bososi Pratama, Andi Uci yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perambahan hutan lindung di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Penetapan Andi Uci itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono secara virtual di Mabes Polri, Rabu (2/9). PT. Bososi Pratama diduga melakukan penambangan di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya.

Menanggapi hal itu, Koordinator Presidium Forum Pemerhati Tambang (Format) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaswanto yang dikonfirmasi Kamis (3/9), mengungkapkan bahwa penetapan tersangka kepada Andi Uci merupakan langkah awal kepolisian untuk membasmi para mafia tambang di Sultra.

“Kinerja kepolisian juga patut diapresiasi dalam penanganan penambangan ilegal ini. Sebab Andi Uci merupakan salah satu bos besar mafia tambang di Konut,” ujar Jaswanto.

Ia pun berharap kepada pihak kepolisian agar konsisten dan serius dalam menangani kasus PT. Bososi. Sebab selama ini penegakan hukum bidang pertambangan di Konut lemah.

Jaswanto pun mengaku akan mengawal dan membantu pihak kepolisian dalam memberantas perilaku jahat para mafia tambang, agar alam tidak dirusak lagi, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

“Polisi sebagai penegak hukum, harus menangani setiap indikasi illegal mining. Semoga dengan itu, kepercayaan masyarakat Konut semakin tinggi kepada pihak kepolisian,” tutupnya (P1).