Ditreskrimsus Polda Sultra Bekuk Tiga Tersangka Penjual Ratusan Gas Elpiji 3 Kg Ilegal

Ditreskrimsus Polda Sultra Bekuk Tiga Tersangka Penjual Ratusan Gas Elpiji 3 Kg Ilegal

16

KENDARI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) berhasil membekuk tiga tersangka penjual gas elpiji 3 kg ilegal beserta 350 tabung gas, Senin 14 September 2020 di Jalan Poros Morosi, Desa Mondikonu, Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe.

Hal ini disampaikan langsung Dirreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi saat menggelar press release penanganan kasus tindak pidana, Selasa (22/09/2020) di halaman kantor Ditreskrimsus yang turut dihadiri dari pihak Disperindag Pemprov Sultra, ESDM Pemprov Sultra dan juga Petamina.

Kombes Heri Tri Maryadi mengatakan, pengungkapan tersebut bermula saat petugas Ditreskrimsus menemukan
tiga tersangka berinisial YS, AW dan AR melakukan pengangkutan gas elpiji 3 kg menggunakan tiga unit mobil jenis pick up.

“Saat itu YS mengangkut sebanyak 100 tabung, AW mengangkut sebanyak 144 tabung dan AR mengangkut sebanyak 106 tabung. Hasil interogasi petugas, YS mengaku memperoleh tabung berisi gas elpiji 3 kg ini dengan cara membeli dari pangkalan yang terletak di Kelurahan Anggaberi, Kabupaten Konawe seharga Rp 24 ribu per tabung. Sedangkan AW dan AR membeIi sebesar Rp 25 ribu dari pangkalan di Desa Pohara, Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe,” bebernya.

Selanjutnya, sambung Kombes Heri bahwa YS, AW dan AR memperdagangkan kembali tabung gas elpiji tersebut kepada masyarakat di wilayah Morosi Kabupaten Konawe dengan harga yang lebih tinggi yaitu berkisar antara Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung.

Diketahui, ketiga terduga pelaku tidak memiliki izin perdagangan dan izin pengangkutan gas.

“Modus ketiga tersangka, setiap kali pangkalan mendapat suplai gas elpiji 3 kg dari agen, maka seIanjutnya pangkalan menghubungi para tersangka untuk melakukan pembelian gaa elpiji 3 kg di pangkalan tersebut dalam jumlah besar. Pangkalan menjual gas elpiji 3 kg tersebut kepada ketiga tersangka sebesar Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung atau diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan untuk pemerintah daerah Konawe berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 5 Tahun 2014 yaitu sebesar Rp 18.800,” terang mantan Dirreskrimsus Polda NTT itu.

Kombes Heri menambahkan, kegiatan jual beli tabung berisi gas elpiji 3 kg yang dilakukan pangkalan dengan para tersangka sudah terjadi beberapa kali. Ketiganya selanjutnya menjual kembali gas tersebut kepada masyarakat yang berdomisili disekitar lokasi pertambangan di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe.

“Tujuan untuk memperoleh keuntungan, sehingga masyarakat maupun pemilik UMKM yang berdomisili disekitar pangkalan jarang memperoleh gas elpiji 3 kg,” cetusnya.

Atas perbuatannya, tersangka YS, AW dan AR disangkakan UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan. Sanksi pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Juga, UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dengan ancaman pidana paling lama empat tahun dan denda paling tinggi Rp 4 miliar,” pungkasnya. (klick)