Danlanal Kendari Pastikan Penerimaan Prajurit TNI AL Transparan

Danlanal Kendari Pastikan Penerimaan Prajurit TNI AL Transparan

24

KENDARI – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia memastikan penerimaan prajurit TNI AL Panitia Seleksi Daerah (Panda) Kendari berlangsung secara transparan, obyektif dan profesional.

Hal ini disampaikannya usai kegiatan penyumpahan dan penandatanganan fakta integritas panitia seleksi penerimaan Caba PK Pria Wanita Gelombang I dan Catam PK Gelombang II tahun 2020 di Lanal Kendari, Rabu (23/9).

“Saya menekankan pada pelaksanaan seleksi penerimaan prajurit tahun ini harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, semua anggota tim atau panitia harus benar-benar bertindak profesional, obyektif dan transparan dalam memberikan penilaiannya,” ungkap Danlanal.

Berdasarkan program kerja 100 hari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) di bidang personil yang didalamnya tentang penyediaan prajurit TNI AL, menekankan agar tim panitia seleksi daerah agar lebih jeli dan teliti dalam proses rekrutmen calon prajurit serta mampu berinovasi dan berfikir kreatif membuat pola seleksi lebih baik.

“Proses penerimaan prajurit TNI AL didasarkan pada prinsip-prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Saya tekankan tidak ada yang melakukan pendekatan kepada siapapun. Jika ada panitia yang terbukti melanggar dan terbukti menerima suap laporkan kepada saya akan ada sanksi yang tegas,” tegas Danlanal.

Untuk itu, alumni AAL 1998 ini mengajak para calon siswa agar bersaing secara fair dan tidak melalukan kecurangan. Apalagi, lanjut dia, menjanjikan suatu hadiah kepada anggota Lanal Kendari.

“Ada tiga hal yang menjadi penekanan saya, pertama, kepada seluruh personil Lanal Kendari dan panitia seleksi agar mendukung terselenggaranya rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AL, khususnya untuk pansel harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Semua anggota maupun panitia seleksi harus benar-benar bertindak profesional, obyektif dan profesional dalam memberikan penilaiannya. Apabila ada anggota yang terlibat dalam weving ini akan ditindak tegas dan dituntut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Danlanal.

Kemudian, penekanan kedua, sambung Danlanal, bagi orang tua calon peserta seleksi agar memupuk serta menumbuhkan kepercayaan bahwa pelaksanaan rekrutmen terpadu ini, dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis sehingga terwujud hasil rekrutmen yang clear and clean serta unggul dan kompetitif.

“Ketiga, kepada calon peserta yang mengikuti seleksi, apabila calon peserta menggunakan sponsorship atau koneksi dengan cara menghubungi via telefon atau surat kepada panitia dan pejabat yang berwenang melalui orang tua atau wali atau keluarga ataupun pihak lain akan dikenakan sangsi diskualifikasi apabila terbukti,” beber Danlanal.

Diketahui, total peserta casis Bintara dan Tamtama panda Lanal Kendari berjumlah 943 orang. Casis Bintara pria 584 orang, casis Bintara wanita 89 oranh. Sedangkan, casis Tamtama berjumlah 270 orang.

“Kuota tahun lalu saja 50 orang. Kalau animo tahun ini sampai 943 orang pendaftar, kita berharap kuota Sultra bisa meningkat,” pungkasnya. (klick)