Tiba di Raha, Rajiun-La Pili Disambut 10 Ribu Massa

118

RAHA – Kedatangan Bakal Calon Bupati Muna La Ode M Rajiun Tumada bersama La Pili menyeruak di Pelabuhan Nusantara Kota Raha. Setibanya di Bumi Sowite, ada 3000 masyarakat Muna menanti kedatangannya. Masyarakat yang menunggu sedari pukul 14.00 WITA di terminal pelabuhan begitu ghirah disaat pasangan dengan tagline RAPI ini, keluar dari bilik kapal cepat yang ditumpanginya berlayar dari Kota Kendari.

Masyarakat dan simpatisan dari utusan 22 kecamatan, tak bisa terbendung kala Rajiun menginjakkan kakinya di Tanah Wuna, pasca sebulan lebih berada di Jakarta. Mereka ingin melihat lebih dekat sosok pemimpin yang ingin membawa perubahan di Muna. Usai penyambutan tradisi “Ewa Wuna”, Rajiun diarak keliling kota Raha. Mulai dari jalan jenderal Sudirman-MH Thamrin menuju MGM-Made Sabara-Paelangkuta-Abdul Kudus-Laende hingga jalan Sutomo, ada 7000 pendukung disudut-sudut jalan kota, menyaksikan konvoi Rajiun Tumada, yang kini mengantongi rekomendasi tiga partai yakni Nasdem, Demokrat dan PPP.

Balon Bupati Muna La Ode M Rajiun Tumada, memberikan ucapan terima kasih pada pendukung yang senantiasa hadir. Ia tak menyangka, kehadiran masyarakat dilakukan secara spontanitas. Ia menyampaikan pada seluruh pendukung maupun partai koalisi, dirinya merasa dizalimi selama sebulan ini. “Perjuangan politik selalu dinamis. Tapi harus memiliki sopan santun. Muna harus dipimpin orang yang punya dedikasi, loyalitas serta menjunjung tinggi adat dan budaya,” kata Rajiun diorasi politiknya usai melakukan konvoi keliling kota Raha, Minggu (9/8).

Rajiun menyampaikan pada seluruh masyarakat, bahwa Pilkada Muna itu rasa pemilihan Gubernur. Dirinya yakin dan percaya, dengan daya dukungan yang ada, perubahan yang diinginkan bakalan terjadi, dengan nahkoda Bupati Muna La Ode M Rajiun Tumada. “Demokrasi harus sehat. Berikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Agar harapan itu betul-betul dirasakan rakyat. Perubahan itu hanya ada pada pemimpin yang punya dedikasi, loyalitas. Maka dari itu, ketegasan dan kedisiplinan dianggap perlu,” kata Rajiun yang telah mengamini akronimnya RAPI. Dengan akronim itu, rupanya Rajiun ingin merapikan Muna.

Dengan adanya partai pendukung, Rajiun sekaligus menepis isu-isu miring yang didesain begitu masif, bahwa dirinya tak bisa mendapatkan tiket bertarung di hajatan demokrasi yang diselenggarakan lima tahunan sekali. “Saya kira yang baru kelihatan dua petarung. La Ode M Rajiun Tumada dan LM Rusman Emba. Jangan takut, jangan panik. Saya yakin dan percaya, perjuangan pada pesta demokrasi, tidak semata-mata mengejar kekuasaan. Tetapi, menjalankan janji-janji politik yang diamanahkan rakyat terhadap kita. Karena, yang mesti kita tunaikan adalah amanah rakyat,” cetus Rajiun.

Ia berkisah, dalam janji politik, tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat, perlu dituntaskan. Jangan berpikir dulu untuk minta dua periode. Dirinya mengaku ingin menawarkan perubahan di tanah Muna. Olehnya itu, ia menyampaikan, bahwa selaku bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, siap bertarung. “Siap perubahan, siap ketegasan, siap kedisiplinan bukan otoriter. Jangan sampaikan isu miring pada masyarakat, jangan panik saudaraku,” Rajiun menegaskan.

Kata Rajiun, Demokrasi diberikan pada siapapun. Pemimpin menjalankan pemerintahan berdasarkan keinginan rakyat bukan kepentingan. Untuk itu, ia mengajak, agar memelihara demokrasi dengan akal sehat. “Tidak perlu gesek-gesekkan. Rakyat menentukan sikapnya. Menentukan suaranya. Jangan paksakan. Karena, kondisi hari ini, wilayah perubahan ada ditangan La Ode M Rajiun Tumada. Jangan panik, jangan sebar isu miring. Saya selama ini cukup diam. Tapi diam itu hal yang dipertaruhkan,” tegasnya diikuti standing aplause.

Terpisah, jumlah masa yang hadir diucapkan langsung ketua MPR Muna, Aksah. Kata dia, masyarakat yang menyambut kedatangan Rajiun di pelabuhan.

Terpisah, jumlah masa yang hadir diucapkan langsung ketua MPR Muna, Aksah. Kata dia, masyarakat yang menyambut kedatangan Rajiun di pelabuhan ada 3000 orang. Sementara, disudut-sudut jalan ada 7000 orang. (m1)