Nama Desa Tak Dirubah, Masyarakat Lamorende Tak Bersedia Dicoklit

88

 

RAHA-Proses pelaksanaan pencocokkan dan penelitian (pencoklitan) daftar pemilih yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Kabupaten Muna sedikit menemui kendala di lapangan. Pasalnya, ada satu desa di Muna yakni Desa Lamorende, warganya menolak untuk dicoklit oleh PPDP karena tuntutan mereka tentang perubahan nama desa dari Desa Lamorende menjadi Desa Lahontohe, belum disahuti oleh pemerintah daerah.

Komisioner KPU Muna, Yuliana Rita yang dihubungi via telpon selulernya, Senin (4/8) mengungkapkan, dari seribu lebih wajib pilih yang ada di Desa Lamorende, hanya sekitar 300 wajib pilih yang bersedia dicoklit oleh petugas PPDP.

Diawal proses pencoklitan pertengahan Juli lalu, warga sempat menyatakan penolakannya untuk dicoklit berkaitan dengan tuntutan perubahan nama desa, namun setelah dilakukan pertemuan antara KPU Muna, pemerintah setempat, petugas keamanan dan tokoh-tokoh masyafakat, bersedia dicoklit. “Pasca pertemuan itu hanya 300 orang yang bersedia dicoklit, dari seribu lebih wajib pilih di Desa Lamorende,”kata Yuliana.

Terkait persoalan itu, KPU kata dia telah melakukan langkah-langkah dengan berkoordinasi dengan Pemkab Muna bahkan sampai konsultasi ke Kementrian Dalam Negeri, tanggal 29 Juli lalu. “Kita sudah konsultasi ke Depdagri, terkait perubahan nama desa dalam Permendagri No.72 tahun 2019, Kemendagri menerbitkan Kepmen yang diteken tanggal 30 Juli. Kami saat itu hanya membawa lampirannya saja ke Muna karena Kepmennya diteken tanggal 30 Juli. Tapi masyarakat maunya Kepmen yang disampaikan melalui Pemkab Muna,”jelasnya.

Hingga Senin (4/8) kemarin petugas PPDP belum melanjutkan proses pencoklitan di Desa Lamorende. “Masyarakat menunggu jawaban dari Pemkab Muna, karena mereka dijanjikan perubahan nama desa itu paling lambat tanggal 30 Juli, sementara Pemkab Muna belum memberikan jawaban ke bawah (masyarakat_red),”terangnya.

Terkait persoalan ini KPU Muna telah melakukan langkah-langkah, salah satunya berkoordinasi dengan Pemkab Muna agar pelaksanaan proses pencoklitan di Desa Lamorende ini bisa berjalan baik, sebab deadline pencoklitan berakhir tanggal 13 Agustus mendatang. “Kita masih ada waktu sampai tanggal 13 Agustus, semoga secepatnya ada penyelesaian sehingga pencoklitan selesai tepat waktu,”harapnya. (sra)