Alquran Tua Peninggalan Ulama La Ode Teke, Jejak Penyebaran Islam di Konawe

69

KENDARI – Pakar sejarah suku Tolaki di Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr Basrin Melamba bersama Dr Jabal Nur SH MH, melakukan kunjungan ke rumah Almarhum H Abd Gani bin Lawulo, Rabu (19/8) di Desa Lalonggaluku Timur Kabupaten Konawe. Kunjungan dosen UHO ini guna melihat langsung alquran tua yang menjadi titik tolak pengislaman kerajaan Konawe.

Kunjungan dua dosen UHO ini disambut oleh ahli waris yang juga merupakan keturunan dari La Ode Teke. Setelah diterima, keduanya kemudian diperlihatkan Alquran tua yang disimpan oleh ahli waris Alm H Abdul Gani.

Alquran tersebut merupakan warisan turun temurun dari tangan ulama La Ode Teke bin Husaeni yang mengajarkan dan menyebarkan Agama Islam di kerajaan Konawe yang saat itu di bawah tangan mokole Lakidende (Sangia Ngginoburu). Alm H Abdul Gani bin Lawulo merupakan keturunan ke empat dari La Ode Teke. Alquran peninggalan tersebut merupakan alquran tulisan tangan dan telah berumur ratusan tahun.

Nurdin Gani, yang merupakan anak tertua dari H Abdul Gani atau keturunan ke lima dari La Ode Teke mengatakan, bahwa Alquran tersebut telah lama disimpan oleh orang tuanya. Alm H Abdul Gani merupakan pewaris dan ditunjuk langsung oleh kakek Lawulo untuk menjaganya.

“Alquran ini adalah bukti sejarah peninggalan La Ode Teke yang dirawat dan disimpan dikediaman kami. Umurnya sudah ratusan,” ucapnya.

Basrin Melamba yang berkesempatan melihat langsung bukti peninggalan tersebut mengatakan, jika Alquran tersebut menjadi titik terang sejarah pengislaman Kerajaan Konawe. Alquran tersebut diperkirakan telah ada sejak Abad ke-17.

“Alhamdulillah kita bersyukur dan berkesempatan melihat Alquran ini. Ini anugrah dari Allah SWT khususnya bertepatan 1 Muharam ini. Dari semua alquran saya cari baru saya lihat alquran semacam ini,” katanya.

Dikatakannya, Alquran ini merupakan Alquran tertua yang ada di Sultra dan akan dibandingkan dengan Alquran yang ada di Buton dan Muna yang ada pada Abad ke-19. Akan lebih pastinya lagi dengan dilakukan dengan penelitian lebih lanjut.

“Dengan ijin ahli waris, Kami harapkan dapat mengabadikan dan dapat meminta bantuan dan koordinasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia agar bisa digandakan dikarenakan sudah mulai termakan usia,” ucapnya.

Basrin pun berharap Alquran ini disimpan dan dijaga dengan baik dikarenakan menjadi bukti sejarah keterkaitan La Ode Teke dan pengislaman kerajaan Konawe. “Kita minta Alquran ini dijaga dengan baik karena menjadi peninggalan bersejarah Konawe,” pungkasnya. (Hdi)