Dirintelkam Polda Sultra Bekali Mahasiswa UHO Menangkal Radikalisme di Tengah Covid-19

2.972

 

KENDARI – Pandemi covid-19 bukan hanya masalah kesehatan, tetapi dampak sosialnya juga memunculkan penyakit sosial dan kultural yang mengarah pada pandangan eksklusif dan radikal dalam rangka memprovokasi dan meradikalisasi dikalangan mahasiswa sehingga penting pandangan moderasi yang merupakan vaksin keberagamaan karena persoalan selama ini yang muncul, terutama berkaitan dengan adanya upaya dari berbagai pihak untuk mencoba merongrong kebijakan pemerintah.

Olehmya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas hukum Universitas Haluoleo (UHO) menggelar Focus Group Discussion (FGD) denga tema ” Menangkal Radikalisme Pada Kalangan Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19″ di Aula Fakultas Hukum UHO dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing. Senin (27/7/2020).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UHO Dr. Herman, S.H., LL.M. turut hadir sebagai pemateri Dirintelkam Polda Sultra Siswanto, S.IK., M,Si., Ketua GP Anshor Sultra Pendais Haq, S.Ag., Mpd, PLT Kepala Kesbangpol Sultra Parinringi,SE.,M.Si., dan Kakanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UHO , Dr. Herman, S.H., LL.M. mengatakan bahwa tanggung jawab merawat NKRI adalah kewajiban semua elemen masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang paham radikalisme yang mengancam kesatuan dan menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme

“UHO Sebagai institusi pendidikan berkewajiban menanamkan nilai nilai Pancasila dan pentingnya persatuan dan kesatuan di kalangan mahasiswa dan seluruh civitas akademika kerjasama dan sinergis semua instansi sangat dibutuhkan,” ucapnya

Ditempat yang sama, Dirintelkam Polda Sultra Siswanto, S.IK., M,Si., Menuturkan stabilitas yang kondusif bukan hanya tanggung jawab polri dan aparat keamanan, tapi juga harus didukung oleh semua elemen bangsa, bahwa saat ini di masa pandemi covid19, paham radikalisme rentan memasuki anak anak muda yang tengah mencari jati diri , mencari pegangan dan kurang mendapat bimbingan yang benar. Kecendrungan mereka lebih percaya berita dan tulisan instan di internet tanpa sumber yang jelas.

” Hingga saat ini Polri telah berupaya dalam penanganan penyebaran radikalisme di masa pandemi covid19 ini dengan melakukan deradikalisasi ,kontra idiologi dan netralisir di media . meningkatkan deteksi dini dan pemetaan terhadap POK yang berafiliasi atau cenderung berpaham radikal ,” Ungkap Siswanto

Mantan Akreditor Utama Rowabrof Div Propam Polri itu juga menyampailan bahwa Polri juga mendukung Pemda dan masyarakat untuk membangun sistem pencegahan dini serta melakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap tindak pindana yang terjadi sesuai dengan undang ungdang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Selain itu , polri juga telah bersinergi dengan perguruan tinggi dalam penanggulangan radikalisme. Seperti berupaya memberikan pengetahuan yang dapat membentengi civitas akademik agar tidak terhasut dan terjerat dalam kegiatan radikalisme dengan melakukan seminar dan diskusi menangkal paham paham radikalisme.

Siswanto mengajak mahasiswa menjadi polisi bagi diri sendiri,keluarga teman teman dan lingkungannya agar tidak mudah terpengaruh dengan berita berita yang tidak benar. ” Saya harap Mahasiswa mampu mengembangkan dirinya agar mampu berkompetisi dan berdaya saing dan memiliki keseimbangan dalam intelektual ,kepribadian dan ketaatan terhadap Tuhan yang maha esa. Serta situasi yang aman dan kondusif merupakan prasyarat terselenggaranya pembangunan nasional” ucapnya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar