Asrun Lio: Jangan Ada Siswa yang Putus Sekolah Karena Pandemi Covid-19

77

BAUBAU – Sejumlah orang tua siswa kurang mampu maupun orang tua siswa yang terdampak pandemi Covid-19 mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio dalam kunjungan visitasnya di tiga kabupaten yakni di Kabupaten Buton,  Buton Selatan dan Kota Baubau, sejak hari Selasa hingga Rabu (7-8/7).

Selain itu, Asrun yang merupakan dosen Universitas Haluoleo juga membagikan ratusan paket bantuan kepada para kepala sekolah secara simbolis yang berada di wilayah kepulauan Buton, untuk diserahkan kepada warga sekolah kurang mampu yang terdampak covid-19. Paket bantuan yang diserahkan meliputi beras, mie instan, minyak goreng dan gula pasir.

Asrun menuturkan, bantuan-bantuan yang diberikan diharapkan bisa membantu warga  khususnya orang tua siswa kurang mampu akibat pandemi covid.

Kepada para kepala sekolah dan guru, Asrun berpesan agar memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah karena dampak pandemi covid-19. Diakuinya, pandemi covid telah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, namun keberlangsungan proses pendidikan harus terus berjalan.

Karenanya, di tahun ajaran baru ini, seluruh siswa harus tetap bersekolah khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah membuka proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

“Kepala sekolah harus pastikan tidak ada siswa yang tidak mau bersekolah lagi, karena orang tuanya kehilangan pekerjaan karena terdampak covid.  Bantuan kepada siswa akan terus diberikan, seperti beasiswa bagi yang terdampak covid-19, termasuk insentif untuk guru.

“Bantuan-bantuan ini berasal dari Pemerintah Provinsi Sultra, kita berharap bersama-sama masyarakat sultra kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 di Sultra,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemerintah provinsi hingga kini terus memastikan 17 kabupaten/kota bekerja keras memerangi pandemi covid yang telah mempengaruhi pertumbuhan semua sektor, termasuk disektor pendidikan.

Asrun menyampaikan, hingga saat ini Pemprov Sultra terus menyalurkan masker gratis kepada seluruh siswa SMA yang ada di Provinsi Sultra. Bantuan yang diberikan secara gratis itu diharapkan sudah bisa digunakan siswa saat memasuki tahun ajaran baru.
“Tahun ajaran ini, kita mulai dengan penerapan new normal di lingkungan sekolah, sehingga seluruh sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Imbauan-imbauan tentang protokol kesehatan juga telah dipasangan di sekolah-sekolah. Dan akan terus dikampanyekan dan di sosialisasikan terus menerus kepada siswa. Sehingga bisa menjadi budaya baru bagi sekolah, tentang bagaiamana berperilaku hidup sehat dengan mengikuti protokol kesehatan dan cara menghindar dari paparan covid-19.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Baubau Dra. Sartati mengungkapkan, bantuan yang diterimanya akan dibagikan ke orang tua siswa yang kurang mampu. Apalagi pihaknya juga memiliki siswa yang kurang mampu yang sedang menempuh pendidikan di SMAN 1 Baubau.

“Kami sangat mengapresiasi, bantuan yang diberikan. Apalagi Kepala Dinas langsung yang datang menyerahkan bantuan di sekolah, sekaligus meninjau kesiapan kami menerapkan protokol kesehatan di sekolah dalam rangka meng-implementasikan tatanan new normal di bidang pendidikan, mulai tahun ajaran baru ini,” tuturnya. (klikc)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU