Siaga Bencana, Polres Konawe Siapkan Pasukan

93

Berita Klick.com, UNAAHA – Kepolisian Resort Konawe menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam tahun 2020 di wilayah hukum Polres Konawe. Langkah ini di lakukan menyusul tingginya intensitas hujan yang berpotensi menyebabkan banjir di Konawe.

Kapolres Konawe AKBP Yudi Kristanto SIK mengatakan bahwa apel kontigensi “Aman Nusa ll” dilakukan karena diketahui bersama di Kabupaten Konawe adalah kabupaten yang berada di daerah rawan bencana, baik bencana disebabkan faktor alam, non alam dan juga ulah manusia.

“Masih terlintas dibenak kita terjadinya bencana alam berupa banjir yang terjadi pada awal bulan Juni 2019 dengan berakibat terendamnya 25 Kecamatan, 143 Desa dan 28 Kelurahan. Serta terputusnya jalur transportasi darat dibeberapa kecamatan,” ungkapnya.

Lanjut, dalam amanatnya dia mengaku masih menemui beberapa kelemahan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana utamanya pada sistem koordinasi antara instansi yang berperan dalam penanganan dan penanggulangan.

Melalui apel kontigensi ini, orang nomor satu di wilayah hukum Polres Konawe ini berharap agar semua sektor dan instansi mampu untuk dapat mengidentifikasi, menganalisa dan mengambil tindakan pencegahan serta mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat risiko terjadinya korban jiwa.

“Begitupun kerugian materil yang pada akhirnya diharapkan akan terwujudnya upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Konawe yang komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, instansi samping, unsur aparat keamanan dan stakeholder yang ada di wilayah,” katanya.

Dia mengingatkan kepada jajaran Polres Konawe untuk selalu mencermati perkembangan lingkungan yang terjadi, khususnya mengikuti permasalahan yang sering kali menjadi penyebab atau awal terjadinya penyebab atau awal terjadinya bencana yang jarang di awali karena ulah manusia seperti membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan dan ilalang. Kemudian penebangan kayu secara liar (illegal loging).

“Selain dapat merugikan orang lain dan pada akhirnya akan merusak ekosistem yang ada di lokasi tersebut yang nantinya akan berujung pada terjadinya bencana alam yang merugikan dan berdampak kepada kita semua,” tutupnya. (Cr2/klick)