MTsN 1 Kendari Siapkan Opsi Perengkingan Nilai Raport Terkait PPDB

407
Kepala Sekolah MTsN 1 Kendari

KENDARI, Beritaklick.com – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kendari menyiapkan opsi perengkingan nilai raport bagi calon siswa baru, jika pelaksanaan tes
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak bisa digelar akibat pandemi Covid-19.

Langkah ini, dianggap tepat sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Meskipun, MTsN 1 Kendari telah melakukan rekayasa penerapan protokol kesehatan jika sewaktu-waktu pelaksanaan PPDB mendapat izin dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kepada awak media, Kepala MTsN 1 Kendari, La Duku SAg MPd mengaku, sudah tiga bulan pelaksanaan kegiatan PPDB tidak berjalan sebagaimana mestinya akibat wabah Covid-19 yang masih bergejolak di nusantara, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Sebenarnya sesuai prosedur nasional, penerimaan siswa baru bagi madrasah khusus seperti kami itu di Februari
dan pada tanggal 30 Maret kemarin sudah harus selesai. Tetapi mengalami penundaan sampai tiga kali akibat Covid. Kemarin itu sebenarnya, tesnya 8 Mei. Protokol kesehatan sudah kita penuhi semua, kemudian kita koordinasikan juga ke Gugus Covid-19 Kota Kendari dan Walikota Kendari,” terangnya.

Namun, setelah pihaknya ke Kanwil Kemenag Sultra. Ternyata kata La Duku, baru-baru saja telah dilaksanakan rapat koordinasi se Indonesia yang dipimpin langsung Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag yang diikuti seluruh Kabid se Indonesia dengan instruksinya bahwa madrasah tidak boleh melakukan kegiatan apapun sebelum pandemi Covid-19 berakhir.

“Tujuannya untuk mencegah munculnya claster baru. Direktur KSKK menghimbau jangan mendahului, jangan sampai kita yang menyumbang klaster-klaster baru di Sultra. Kami kan perpanjangan pemerintah paling di bawah, maka semua apa yang disampaikan atasan, sami’na wa atho’na sehingga kesimpulannya setelah saya koordinasi dengan berbagai pihak, kemudian ketua komite dan pengurus menyarankan agar kemungkinan tidak ada tes dan hanya menggunakan nilai raport yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kemampuan mengaji calon siswa. La Duku menjelaskan, ketika siswa dinyatakan lolos berdasarkan nilai raport, tetapi kemampuan mengaji masih masih kurang maka pihaknya bakal menyediakan kelas khusus yakni kelas mengaji.

“Seleksi nilai raport sudah siap, sudah lama disiapkan. Hanya kita lagi menunggu apakah misalnya di Juni ini sebelum 20 Mei tidak ada perubahan, maka ini yang kita jalankan. Pertanyaannya sekarang ini adalah bagaimana dengan kemampuan mengajinya. Kebijakannya adalah bisa saja dengan nilai raport calon siswa diterima, tetapi mengajinya masih terbata-bata. Ketika ada begitu, kita akan buka kan kelas khusus untuk pembelajaran mengaji. Ini adalah resiko dimasa pandemi,” terang La Duku.

Tercatat ada sekira 600 calon siswa yang mendaftar di MTsN 1 Kendari. Namun, hanya setengahnya saja yang bakal diterima dan mengikuti proses belajar mengajar di sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Jadi kita rangking berdasarkan nilai tertinggi rapor. Nah, nilai yang kita ambil adalah nilai mata pelajaran umum seperti Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Kemudian ditambah pelajaran agama supaya berimbang sehingga ada empat mata pelajaran yang menjadi patokan kami. Tetap ada zonasi. Kita utamakan yang masuk zonasi madrasah yakni sepanjang satu kilometer. Begitupun yang berprestasi dibuktikan dengan piagam penghargaanya. Selain itu, yang hafal satu atau dua juz langsung lulus ,” pungkas La Duku. (r6)