Dishub Sultra: Tak Patuh Protokol Kesehatan, Operator Moda Transportasi Bakal Disanksi

122
Suasana jalannya TalkShow Sultra Menuju New Normal menampilkan narasumber Kadis Pehubungan Sultra, H Hado Hasina dan Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf , Selasa (23/6), di Posko Terpadu Gugus Tugas Covid 19 Sultra, moderator Kadis Kominfo Sultra, Saifullah.

Penumpang Dipastikan Harus Sehat

 KENDARI – Pengaturan moda transportasi darat memang butuh perhatian dari pemerintah daerah agar tidak menjadi sarana penularan wabah covid-19.

Apalagi di era New Normal ini, pemerintah melalui Dinas Perhubungan Sultra berupaya semaksimal mungkin dalam menekan terjadinya penyebaran wabah covid-19 di moda transpotasi.

Protokol kesehatan dalam moda transportasi menjadi kunci pemutusan mata rantai penyebaran wabah covid-19, baik diberlakukan pada operator, pengguna jasa (penumpang), dan awak jasa transpotasi.

“Jika semuanya patuh, maka dipastikan penyebaran wabah covid-19 di moda transpotasi tidak akan terjadi,” kata Kadis Pehubungan Provinsi Sultra H Hado Hasina saat menjadi narasumber diacara Talk Show “Sultra Menuju New Normal” bersama Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf , Selasa (23/6), di Posko Terpadu Gugus Tugas Covid 19 Sultra, moderator Kadis Kominfo Sultra Saifullah.

Justru kata dia jika di era New Normal ini protokol kesehatan menjadi kunci utama berjalannya moda tranpostasi. Bukan malah melonggarkan. Tetapi kebiasaan menjalankan protokol kesehatan itu harus diterapkan dengan baik di moda transportasi darat.

“Tentunya kita pastikan dulu terutama penumpang harus sehat baru diperbolehkan menggunakan moda transpotasi. Begitu pula di era new normal ini mestinya masyarakat sebagai pengguna jasa tidak perlu ditegur oleh petugas, tetapi kita sadar akan protokol kesehatan agar sama-sama terhindar dari wabah,” katanya.

Hado menjelaskan trasnportasi itu dikaitkan dengan jasa pelayanan jasa transportasi sebelum covid komponennya harus memenuhi syarat aman, nyaman dan selamat.  Namun, pasca Covid-19 nantinya unsur tersebut menurutnya tidak cukup dan harus di tambah dengan humanitarian transpotasi.

Transportasi yang humanis dengan mengedepankan kesehatan. Sehingga harus dipastikan semua penumpang atau orang yang melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi harus sehat. Apapun cayarnya, harus diyakinkan.

“Misalnya dengan melalui surat keterangan sehat, melalui surat keterangan telah ikut rapid tes, sebelum naik ke moda transpotasi harus di pastikan. Itulah perubahannya,” kata Hado.

“”Jadi kami inginkan, masyarakat sadar dengan kesehatannya. Tidak perlu lagi tim baik dari TNI maupun Polri dan petugas kesehatan menegur ketika ada di suatu tempat maupun akan menggunakan moda transportasi,” tutur Hado.

Mestinya masyarakat sadar, moda transportasi itu rentan akan penyebaran virus. Maka masyarakat harus lebih sadar akan protokol kesehatannya demi menjaga kesehatannya dan juga orang lagi.

“Kita tidak perlu lagi ditegur misalkan tidak memakai masker, tapi kita harus sadar diri ketika akan melakukan perjalanan. Harus memastikan bahwa diri kita sendiri sehat,” imbuhnya.

Tetapi jika ada oprator yang tidak patuhi protokol kesehatan, maka telah ada SOP nya dalam pemberian sanksi. Baik pemberian saksi tertulis hingga sanksi pencabutan izin. Olehnya itu, dia berharap semua operator tetap mematuhi protokol keseahtan di era new normal ini.

Sementara, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf mengungkapkan, sejak pandemi Covid 19 diberlakukan hingga saat ini, pihaknya memastikan seluruh angkutan logistik yang beroperasi di jalur darat berjalan normal dan tidak ada pembatasan sama sekali.

Dirinya juga memastikan tidak ada pelarangan operasi pada moda transportasi darat untuk angkutan logistik. Justru pihaknya memastikan seluruh angkutan logistik yang mengunakan jalur darat harus bebas hambatan.

Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya, apalagi memasuki lebaran, pihaknya memberlakukan pembatasan muatan logistik, untuk mengurai kemacetan saat mudik. “Namun lebaran tahun ini, sangat berbeda, kita sudah tidak batasi, malah kita harus pastikan angkutan logistik harus berjalan lancar,” terangnya.

Selain memastikan angkutan logistik di jalur transportasi darat tak ada hambatan, pihaknya juga memastikan pemberlakuan protokol kesehatan didalamnya. Dengan demikian, seluruh penguna jalan darat harus menaati ketentuan protokol kesehatan.

“Kondisi new normal saat ini, membuat kita harus beradaptasi, dengan mengedepankan kesehatan, agar kita terhindar dari paparan covid 19. Aspek kesehatan telah ditambahkan dalam tujuh aspek penguna transportasi, diantaranya: aman, nyaman, selamat, dan point tambahan lagi yakni sehat, sesuai petunjuk dari Dirjen Perhubungan Darat,” ujarnya.

Aspek kesehatan ini menurutnya sangat penting untuk memastikan transportasi sehat di jalur darat, baik kepada penumpang, angkutan, dan operator transportasi.

Adapun cara untuk memastikan seluruh penumpang yang mengunakan transportasi darat dalam keadaan sehat, diantaranya, pihaknya berkoordinasi dengan dinas perhubungan daerah untuk menerapkan protokol kesehatan di jalur darat, seperti memastikan penguna transportasi mengunakan masker, melakukan pemeriksaan rapid tes di terminal, hingga melakukan penyemprotan disinfektan di moda transportasi darat.

Meski demikian, dirinya tetap menyadari, dari tiga transportasi yang ada yaitu laut, darat dan udara, transportasi daratlah yang paling sulit dipantau. Sebab penguna transportasi darat bisa datang dari mana saja.

Karenanya, melalui koordinasi dengan seluruh pihak, dan pemerintah provinsi, aspek kesehatan dalam moda transportasi darat bisa dilaksanakan dengan baik. (rs)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU